Kamis, 14 November 2019 10:15

Tradisi Lebaran Ketupat di Jombang, Lepas Ratusan Balon Udara Raksasa ke Langit

Rabu, 13 Juli 2016 12:30 WIB
Wartawan: Rony Suhartomo
Tradisi Lebaran Ketupat di Jombang, Lepas Ratusan Balon Udara Raksasa ke Langit
Warga sedang menyiapkan balon udara ramai-ramai. foto: RONY S/ BANGSAONLINE

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Desa Bandung, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang ternyata punya cara unik untuk merayakan lebaran ketupat atau biasa disebut Kupatan, Rabu (13/7). Tak hanya dengan kenduri makan ketupat bersama, tapi ratusan warga ini punya tradisi menerbangkan Balonan bersamaan di tiap musala.

Usai shalat subuh, ratusan warga Desa Bandung mulai berduyun-duyun memadati Musala Baiturrahim. Dengan tumpeng ketupat sayur di tangan, mereka nampak ceria berbalut busana baru lebaran.

Tradisi kenduri atau selamatan pun dimulai. Ujung kalimat doa dari tokoh agama yang memimpin, menjadi tanda bagi warga untuk santap bersama. Suasana rukun, guyub begitu kental.

"Tradisi seperti ini sudah sejak 80 tahun lalu. Kenduri ketupat ini artinya kami saling memaafkan kesalahan sesama. Karena segala kesalahan akan dimaafkan Allah SWT," kata tokoh agama Desa Bandung, Masruri.

Selain kenduri ketupat, Desa Bandung ternyata punya tradisi yang bertahan sejak 80 tahun lalu. Balonan namanya. Konon nama tradisi ini berasal dari kata dari Bahasa Arab, 'billaun'. Masyarakat memaknainya sebagai aneka macam kegiatan selama bulan Ramadan hingga hari raya Idul Fitri.

Balonan merupakan salah satu kegiatan itu. Sebagai penutup perayaan lebaran ketupat, warga secara serempak menerbangkan balon udara raksasa dari setiap musala di Desa Bandung.

Sedikitnya, 200 balon udara dilepaskan warga setempat. Tak pelak, langit pagi di Desa Bandung pun berhiaskan balon warna-warni menyerupai ruang pesta terbuka.

"Kalau melepaskan balon-balon maknanya kebersamaan dalam melepaskan dari segala kesedihan, kesusahan untuk membentuk kehidupan yang baru lagi," terang Masruri.

Tradisi Balonan dan Kenduri Ketupat pun berakhir seiring lenyapnya ratusan balon udara di cakrawala. Dengan suka cita, warga Bandung kembali ke rumah mereka masing-masing. (ony/dio/rev)

Badai Kembali Terjang Ngawi, Panggung dan Tenda untuk Lomba Panahan di Alun-alun Porak Poranda
Sabtu, 09 November 2019 00:05 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Hujan disertai angin kencang kembali memporak-porandakan Kabupaten Ngawi, Jumat (8/11) sore. Kali ini badai angin menerjang wilayah alun-alun dan sekitarnya, yang kebetulan sedang digelar lomba panahan....
Selasa, 05 November 2019 19:40 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Taman Mozaik yang berada di Jalan Wiyung Praja Surabaya ini menambah rentetan panjang destinasi wisata taman aktif di Surabaya. Lahan yang sebelumnya rawa-rawa itu disulap Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menjadi taman y...
Rabu, 06 November 2019 12:44 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan*Para elit NU struktural tak bisa menyembunyikan kekecewaannya ketika Presiden Joko Widodo mengumumkan susunan Kabinet Indonesia Maju pada 23 Oktober 2019 lalu. Kekecewaan itu dieskpresikan secara terbuka oleh Wakil Ketua PB...
Rabu, 13 November 2019 10:38 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...