Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim MA bersama jemaah umrah yang sedang membadalumrahkan 63 santri korban reruntuhan Musholla Pondok Pesantren Al Khoziny. Foto: bangsaonline
MAKKAH, BANGSAONLINE.com – Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim MA, akhirnya menyelesaikan badal umrah untuk 63 santri korban meninggal akibat reruntuhan musholla Pondok Pesantren Al Khoziny Buduran Sidoarjo. Menurut Kiai Asep, 63 santri syuhada’ itu dibadalumrahkan oleh 23 orang yang diajak Kiai Asep umrah bersama.
“Setiap orang umrah empat kali. Umrah pertama untuk mereka sendiri,” kata Prof Kiai Asep Saifuddin Chalim kepada BANGSAONLINE saat mengambil miqat di Masjid Sayyidah Aisyah di Tan’im Makkkatul Mukarramah Saudi Arabia, Rabu (13/1/2026).
BACA JUGA:
- Amirulhaj Tinjau Adahi, Kiai Asep Pastikan Penyembelihan Dam Jemaah Haji Sah Secara Syariah
- Jelang Armuzna, Ini Taushiah Penting Amirulhaj Prof Kiai Asep kepada Jemaah Haji dan Petugas Haji
- UAC Bakal Buka Program Nuklir, Program Hukum Keluarga Islam Jadi Ilmu Layak Jual, Jika...
- Kiai Asep Cukup Persiapan Dua Bulan, Jika PP Amanatul Ummah Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Muktamar NU
Baru umrah kedua, ketiga dan keempat untuk badal umrah para santri korban reruntuhan mushala Pondok Pesantren Al Khoziny. Menurut Kiai Asep, badal umrah ini diqiyaskan dengan haji.
“Tidak boleh menghajikan orang sebelum dia sendiri haji,” ujar pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto Jawa Timur itu sembari mengutip sebuah Hadits yang menceritakan tentang badal haji yang dilakukan seorang sahabat untuk Subramah.
“Kata Nabi, kamu haji dulu baru menghajikan Subramah,” tutur Kiai Asep menjelaskan Hadits tersebut.
Pantauan BANGSAONLINE di tanah suci, Kiai Asep dan jemaah yang tergabung dalam Auva Amanatul Ummah itu memang umrah empat kali. Semula Kiai Asep mengambil miqat di Bir Ali, kemudian di Qornul Manazil dan Ji’ranah. Yang terakhir di Tan’im.
“Dan ini yang umrah keempat. Saya juga membadali umrah. Jadi sudah tuntas semua,” tutur Kiai Asep.
Kiai miliarder tapi dermawan itu bersyukur karena para keluarga korban menerima semua.
“Kami sudah bertemu semua. Dan saat bertemu itu kami minta izin pada keluarganya untuk diumrahkan,” ujar Kiai Asep.
Kiai Asep mengaku bertemu keluarga korban di berbagai tempat. Antara lain Kiai Asep bertemu keluarga korban di Pontianak. Karena mereka tinggal di luar Jawa.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




