Pasca Putusan PT-TUN, Ketum PB IKA PMII Slamet Ariyadi Fokus Rapatkan Barisan

Pasca Putusan PT-TUN, Ketum PB IKA PMII Slamet Ariyadi Fokus Rapatkan Barisan Pleno yang digelar PB IKA-PMII bertajuk "Doa Bersama untuk Bangsa dan Rapat Pleno" di Hotel Luxury Inn Arion, Jakarta Timur, Sabtu (7/3/2026).

JAKARTA, BANGSAONLINE.com – Pengurus Besar Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB IKA-PMII) menggelar pleno bertajuk "Doa Bersama untuk Bangsa dan Rapat Pleno" di Hotel Luxury Inn Arion, Jakarta Timur, Sabtu (7/3/2026). Forum ini menjadi momentum krusial bagi organisasi untuk menata kembali struktur dan ritme kerja pasca kepastian hukum yang diterima.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT-TUN) Jakarta pada 18 Februari 2026. Putusan tersebut membatalkan SK sebelumnya dan mempertegas legitimasi kepengurusan PB IKA-PMII masa khidmat 2025–2030 di bawah kepemimpinan Ketua Umum H. Slamet Ariyadi dan Sekretaris Jenderal H. Sudarto SM.

Sekjen PB IKA-PMII, Sudarto, menegaskan bahwa pleno ini bukan sekadar seremoni kemenangan, melainkan ruang teknis untuk menyatukan barisan.

“Ini momentum menata langkah. Rapat pleno menjadi ruang menyamakan ritme kerja pengurus dan memastikan organisasi kembali solid. Kita ingin organisasi rapi, program jelas, dan kontribusinya terasa,” tandas Sudarto.

Ketua Umum PB IKA PMII yang juga Anggota DPR RI, Slamet Ariyadi, menekankan bahwa di bawah kepemimpinannya, alumni PMII akan menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghadapi dinamika global.

“PB IKA PMII terus berkomitmen untuk memperkuat persatuan dan merapatkan barisan dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Kami akan terus bersinergi dengan Pemerintah untuk menjaga keutuhan serta keselamatan bangsa,” tegas Slamet.

Ia menambahkan bahwa kekuatan IKA PMII terletak pada jaringan alumni yang masif, baik di dalam negeri maupun mancanegara, yang siap dikonversi menjadi aksi nyata bagi kebutuhan bangsa.

Sementara Bendahara Umum PB IKA-PMII, Dr. Lia Istifhama, menyebut rangkaian acara ini sebagai bentuk rasa syukur yang diimplementasikan melalui kerja nyata. Senator asal Jawa Timur ini memastikan bahwa roda organisasi tetap bergerak massif meski di tengah dinamika hukum yang sempat berjalan.

“Kegiatan ini merupakan perwujudan rasa syukur, sekaligus penguatan moral organisasi alumni di tengah dinamika sosial-politik yang terus bergerak. Hal ini sekaligus menjadi bukti roda organisasi yang terus berjalan dengan solid, kompak, dan massif,” jelas Ning Lia, sapaan karib senator cantik ini.

Diberitakan sebelumnya, persoalan dualisme yang bermula dari Munas VII Februari 2025 kini menemui titik terang. Sudarto menilai kemenangan di tingkat banding adalah pijakan hukum yang sangat kuat karena objek sengketanya berkaitan langsung dengan produk tata usaha negara dari Kementerian Hukum.

Meski pihak lawan menempuh jalur kasasi, kubu Slamet Ariyadi tetap optimistis. Dengan bekal putusan PTTUN ini, PB IKA PMII akan segera melakukan konsolidasi nasional dengan para Ketua PW IKA PMII se-Indonesia guna mengakhiri konflik internal dan kembali fokus pada penguatan kaderisasi serta kontribusi kebangsaan.