Founder YRJI sekaligus mantan Sekretaris Jenderal DPP GMNI, Muh. Ageng Dendy Setiawan.
JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 tercatat mencapai 5,61 persen. Capaian ini dinilai menunjukkan ketahanan ekonomi nasional di tengah tantangan global.
Founder Yayasan Rumah Juang Indonesia (YRJI) sekaligus mantan Sekretaris Jenderal DPP GMNI, Muh. Ageng Dendy Setiawan, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut.
BACA JUGA:
- Jawab Hujan Kritik soal Sering Ke Luar Negeri, Prabowo Bandingkan Dirinya dengan Jokowi
- Biaya Pribadi Presiden saat Kunjungan LN Wajib Diaudit BPK, Prof Ikrar Kritik Komunikasi Prabowo
- YRJI Dukung Langkah Presiden Prabowo Wujudkan Amanat Pasal 33 UUD 1945
- Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek Apresiasi Aspirasi GMNI soal Pendidikan
“Pertumbuhan 5,61% ini menunjukkan fondasi ekonomi Indonesia yang kuat. Ini bukti bahwa kebijakan pemerintah berada pada jalur yang tepat,” ujarnya kepada BANGSAONLINE.com, Kamis (7/5/2026).
Dendy juga mengapresiasi kinerja Presiden Prabowo dalam menjaga stabilitas ekonomi, mendorong investasi, dan memperkuat daya beli masyarakat.
Menurut dia, capaian ini tidak terlepas dari kerja sama berbagai pihak. Ia mengajak seluruh elemen bangsa, mulai pemerintah, dunia usaha, akademisi, hingga masyarakat sipil, untuk memperkuat kolaborasi.
“Momentum ini harus kita jaga bersama. Dengan persatuan dan gotong royong, kita bisa memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” tuturnya.
YRJI disebut akan terus berkomitmen mendorong pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi kerakyatan sebagai kontribusi nyata terhadap pembangunan nasional.
Dendy berharap, tren positif ini berlanjut dan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia secara luas. (rom)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




