Senator Lia Istifhama saat rapat koordinasi dengan Menteri Kebudayaan di Gedung DPD RI Senayan Jakarta, Senin (6/4/2026).
JAKARTA, BANGSAONLINE.com – Komite III DPD RI dan Kementerian Kebudayaan melakukan penguatan kebijakan pemajuan kebudayaan nasional. Hal itu disampaikan saat rapat koordinasi di Gedung DPD RI Senayan Jakarta, Senin (6/4/2026).
Dalam rapat tersebut, kedua lembaga itu komitmen menjaga warisan leluhur sekaligus mengadaptasikannya ke dalam ekosistem digital dan literasi modern. Kebijakan ini dipandang sebagai instrumen vital dalam memperkuat identitas nasional di tengah persaingan global yang kian kompetitif.
BACA JUGA:
- 200 Siswa Surabaya Diduga Keracunan MBG, Ning Lia: Harus Ada Penyesuaian Porsi Sesuai Kemampuan SPPG
- Soroti Polemik Pemecatan Guru Yogi Susilo, Ning Lia Desak Investigasi Transparan Demi Keadilan
- DPD RI Lia Istifhama X KPID Jatim: RUU Penyiaran Harus Segera Disahkan
- Viral Banner Dicium ODGJ, Senator Cantik Ning Lia Istifhama Cerita ke Pak Purnomo, Sang Polisi Baik
Selain itu, Kementerian Kebudayaan juga memberikan lampu hijau terhadap RUU tentang bahasa daerah usulan inisiatif DPD RI untuk dibahas pada tahun 2026 mendatang.
Anggota Komite III DPD RI, Dr. Lia Istifhama, juga berharap pentingnya pelestarian naskah kuno dan digitalisasi budaya sebagai fondasi ketahanan nasional dalam rapat kerja bersama Kementerian Kebudayaan RI.
Senator asal Jawa Timur yang akrab disapa Ning Lia ini menyampaikan kekayaan sejarah mulai dari era Majapahit hingga jejak dakwah Walisongo. Rapat yang berlangsung dinamis ini menghasilkan kesepakatan strategis antara DPD RI dan Pemerintah.
Dalam masukannya, Keponakan Gubernur Jatim itu menyampaikan bahwa kebudayaan adalah engine of growth atau mesin pertumbuhan bagi perekonomian bangsa. Ia secara khusus mengangkat potensi Jawa Timur sebagai salah satu pusat situs arkeologi terbesar di Nusantara.
"Jawa Timur adalah rumah bagi situs Majapahit dan naskah-naskah kuno era Walisongo. Manuskrip ini adalah identitas local wisdom kita. Saya berharap ada upaya yang lebih detail dan holistik dalam melestarikan peninggalan sejarah ini, terutama dalam hal digitalisasi agar tidak lekang oleh zaman," ujar Ning Lia.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




