Alissa Wahid usai mengisi materi dalam Diklat PPIH 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur. Foto: M. SULTHON NEAGARA/BANGSAONLINE
JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid, menekankan pentingnya kedisiplinan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2026 dalam mengenakan seragam resmi.
Hal tersebut dilakukan agar jamaah haji merasa aman dan tidak kebingungan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Pernyataan putri sulung Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid, itu disampaikan dalam Diklat PPIH di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Selasa (20/1/2026).
“203.320 jamaah nanti akan bergantung kepada bapak ibu semua, 90 persen itu barangkali orang-orang yang tidak punya banyak pengalaman di negara asing, apalagi bahasanya amat sangat beda dengan kita. Oleh karena itu, kehadiran bapak/ibu adalah pilar bagi lancarnya ibadah mereka,” paparnya.
Berdasarkan pengalaman sebelumnya, ia mengungkapkan masih ada petugas yang tidak disiplin, seperti tidak mengenakan seragam atau menghilang saat jamaah membutuhkan.
“Ibu bapak perlu berseragam sebagai identitas, supaya cepat dikenali, tanggung jawab garda terdepan, memberikan kenyamanan bagi para jamaah,” tuturnya.
Menurut dia, seragam menjadi simbol rasa aman bagi jamaah haji.
“Seragam bapak ibu itu jadi sumber rasa aman bagi para jamaah. Ketika mereka lihat di sana ada petugas haji, dia akan merasa aman. Ketika merasa aman, dia gak panik, dia bisa melakukan semuanya sendiri,” pungkasnya. (msn/mar)






