BANGSAONLINE.com - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) tengah mengkaji berbagai opsi untuk menekan beban subsidi tarif KRL yang ditanggung pemerintah, salah satunya melalui rencana pengoperasian kereta prioritas dengan layanan lebih cepat dan tarif berbeda.
Direktur Utama PT KCI Mochamad Purnomosidi mengatakan langkah tersebut dipertimbangkan karena besarnya subsidi yang selama ini diberikan pemerintah untuk menjaga tarif KRL tetap terjangkau bagi masyarakat.
"Niatnya gini lho, niatnya itu bagaimana subsidi itu bisa kami tekan. Kasihan pemerintah lah, kan gitu. Nah, kami lagi cari-cari berbagai macam solusi. Termasuk ada kereta (KRL) prioritas," jelas Purnomo, dikutip dari Kompas.com, Selasa (10/3/2026).
Saat ini pemerintah memberikan subsidi tarif tiket kereta rel listrik (KRL) agar tidak memberatkan masyarakat yang menggunakannya sebagai moda transportasi harian.
KRL beroperasi di wilayah Jabodetabek serta jalur Yogyakarta–Solo yang mencakup rel di Klaten hingga Karanganyar.
Sepanjang tahun 2025, jumlah penumpang KRL di wilayah Jabodetabek tercatat mencapai 349 juta orang, dengan rata-rata penumpang harian sekitar 951.111 orang.
Tidak Bisa Tergesa-Gesa
Purnomo menegaskan bahwa rencana kenaikan tarif KRL tidak bisa diputuskan secara tergesa-gesa karena menyangkut kepentingan masyarakat luas.
Selain itu, perubahan tarif juga harus mendapatkan persetujuan dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.
"Enggak mungkin kami selesaikan sendiri. Pasti izinnya dari kementerian (Perhubungan), karena ini kereta subsidi kan," jelasnya.






