Perwakilan peternak yang melakukan audiensi dengan Disnakkan Magetan. Foto: HENDRO SUHARTONO/BANGSAONLINE
MAGETAN, BANGSAONLINE.com - Ratusan peternak ayam petelur mendatangi Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Magetan, Rabu (6/5/2026). Mereka meminta solusi atas rendahnya harga telur agar bisa menyentuh standar nasional.
Koordinator aksi, Teguh Wahyudi, menyebut penurunan harga telur dipicu masuknya investor asing yang menguasai pasar peternakan ayam petelur di Indonesia.
BACA JUGA:
- Motor dan Sandal Ditemukan Terparkir di Jembatan Ngujur Magetan, Pemilik Masih Dicari
- Mudahkan Akses Masuk Kota, Dishub Magetan Mulai Uji Coba Perubahan Arus Lalu Lintas pada 13 April
- 288 Siswa SMP 1 Maospati Ikuti Tes Kemampuan Akademik
- Kuatkan Ekonomi Desa, Bupati Magetan Kukuhkan Forum BUMDes dan BUMDesma 2026–2029
“Telur di Indonesia sebenarnya masih surplus, karena banyak investor asing yang ilegal di luar pulau imbasnya harga telur saat ini turun. Stok digudang kita makin menumpuk,” ujarnya usai audiensi.
Sementara itu, Kepala Disnakkan Magetan, Nur Haryani, menegaskan pihaknya berupaya membantu peternak agar stok telur segera terserap. Salah satu usulan adalah mendorong ASN membeli telur serta memperbanyak penggunaan telur di dapur MBG.
“Ini tadi kita juga mengguncang OPD-OPD terkait untuk membantu mengurangi stok dengan program-program yang ada,” katanya.
Ia menambahkan, harga standar pemerintah adalah Rp26.500,00. per kg, sementara harga pasar saat ini hanya Rp22.800,00. Di sisi lain, harga jagung sebagai pakan mencapai Rp6.600,00. per kg, belum termasuk konsentrat dan kebutuhan lain.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, Disnakkan Magetan berkoordinasi dengan OPD terkait serta mengusulkan bantuan ke pemerintah pusat agar biaya produksi dapat ditekan. (dro/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






