Temui Wali Kota Probolinggo, Direktur KCI Pastikan Commuter SUPASPRO Operasional 1 Maret 2026

Temui Wali Kota Probolinggo, Direktur KCI Pastikan Commuter SUPASPRO Operasional 1 Maret 2026 Dirut KCI saat menemui Wali Kota Probolinggo

KOTA PROBOLINGGO,BANGSAONLINE.com - Commuter Line Surabaya-Pasuruan-Probolinggo (Supaspro) dijadwalkan mulai beroperasi pada awal 2026.

Rencana operasional tersebut disampaikan Direktur PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) saat audiensi dengan Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin.

"Kami sudah menunggu kehadiran KCI di Kota Probolinggo. Proses komunikasi dan audiensi dengan Kementerian Perhubungan sudah dilakukan dan kini ada tindak lanjut,” ujar Aminuddin, Senin (26/1/2026).

Aminuddin menyebut Pemerintah Kota Probolinggo telah melakukan sejumlah persiapan untuk menyambut operasional Commuter Line, salah satunya melalui revitalisasi Alun-alun Kota Probolinggo sebagai penunjang daya tarik wisata.

"Intinya kami sudah sangat siap menerima Kereta Commuter di Kota Probolinggo, sekali lagi saya mengucapkan terima kasih kepada Jajaran Direksi PT KCI yang berkenan hadir di Kota Probolinggo," ungkapnya.

President Director PT Kereta Commuter Indonesia Mochamad Purnomosidi menjelaskan, KCI merupakan anak usaha PT KAI yang berperan mendukung proses bisnis perkeretaapian nasional, khususnya dalam pengoperasian kereta subsidi untuk jarak pendek hingga menengah.

Ia memaparkan, tahap awal operasional Commuter Line Supasprodirencanakan memiliki dua frekuensi perjalanan setiap hari.

Kereta pertama dijadwalkan berangkat pagi hari dari Probolinggo menuju Surabaya pukul 04.10 WIB dan tiba sekitar pukul 06.45 WIB.

Sementara perjalanan malam dari Surabaya menuju Probolinggo dijadwalkan berangkat pukul 18.10 WIB dan tiba sekitar pukul 20.57 WIB.

Adapun perjalanan selanjutnya dijadwalkan berangkat dari Probolinggo pukul 21.22 WIB dan tiba di Surabaya pada pukul 23.36 WIB.

Untuk tarif, KCI menetapkan harga maksimal Rp 8.000, dengan ketentuan jarak tempuh di bawah 85 kilometer dikenakan tarif Rp 6.500, sedangkan di atas 85 kilometer sebesar Rp 8.000. (ugi/van)