Insan Petrokimia Gresik saat menyerbu dagangan UMKM di Bazar Ramadhan Lontar 2026. (Ist)
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, Petrokimia Gresik, menggelar kegiatan Bazar Ramadhan Lontar (Kelompok jajanan masyarakat sekitar) 2026 sebagai bentuk dukungan perusahaan terhadap pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal di halaman Kantor Pusat Petrokimia Gresik.
Dalam kegiatan yang dibuka oleh Vice President Tanggung Jawab dan Sosial (VP TJSL) Petrokimia Gresik, Kadek Ardhika Widya Kresna tersebut, Dirut Petrokimia Gresik, Daconi Khotob menyatakan bahwa ada ribuan karyawan dan masyarakat yang berburu takjil di bazar ini.
“Kita memanfaatkan tradisi masyarakat berburu takjil selama Ramadan. Kita fasilitasi ibu-ibu yang mempunyai usaha jajanan sekitar perusahaan untuk meningkatkan pendapatan mereka,” ujarnya, Jumat (13/3/2026).
Ditambahkannya, Bazar Ramadhan Lontar merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan Petrokimia Gresik sejak 2023. Seluruh stan yang hadir dalam bazar ini merupakan kelompok binaan perusahaan yang tergabung dalam Lontar, yaitu kelompok UMKM yang bergerak di bidang kuliner dan jajanan masyarakat sekitar.
“Alhamdulillah penjualan mereka dalam program bazar tahunan ini terus meningkat. Kegiatan ini membawa berkah dan senyuman bagi UMKM yang menjadi peserta. Apalagi saat ini menyambut lebaran, mereka senang karena pendapatannya bertambah melalui keikutsertaannya di bazar,” tandasnya.
Daconi pun berharap Lontar dapat terus berkembang menjadi kelompok usaha yang berdaya saing, serta mampu menjadi wadah peningkatan ekonomi bagi warga di sekitar perusahaan. Selain membuka peluang pemasaran bagi pelaku UMKM, bazar ini juga menjadi ruang interaksi antara masyarakat, pemerintah desa/kelurahan, dan insan perusahaan.
Program Lontar, jelasnya, lahir dari pelatihan pembuatan kue kering dan basah yang diadakan Petrokimia Gresik dengan menghadirkan pemateri kompeten. Dari pelatihan tersebut, ibu-ibu perwakilan dari tujuh kelurahan dan satu desa mulai membentuk kelompok usaha kecil yang kemudian berkembang menjadi Lontar, yaitu Kelurahan Kroman, Karangturi, Karangpoh, Lumpur, Tlogopojok, Ngipik, Sukorame, serta Desa Roomo.
“Kami berharap ke depannya, Lontar dapat terus berkembang dan semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat dari program ini. Dengan semangat kebersamaan dan dukungan dari berbagai pihak, insya Allah kita bisa mewujudkan ekonomi kerakyatan yang lebih kuat dan berdaya saing tinggi,” pungkasnya. (hud/msn)















