Ringkasan Berita
- PetroNite Fest 2026 mencatat perputaran uang sebesar Rp14,4 miliar dalam 9 hari penyelenggaraan, menunjukkan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan UMKM di Gresik.
- Festival yang dihadiri 670 stan ini mengalami kenaikan transaksi harian rata-rata 44% menjadi Rp1,6 miliar dibandingkan tahun sebelumnya.
- Jumlah pengunjung harian mencapai 30.000-65.000 orang, dengan puncak tertinggi pada hari penutupan yang berdampak langsung pada pendapatan pelaku UMKM.
- Acara ini menjadi wadah promosi dan pemasaran bagi produk lokal, sekaligus momentum untuk memperluas pasar dan memperkuat eksistensi UMKM Gresik.
- Petrokimia Gresik menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan program pemberdayaan UMKM dan penguatan ekonomi lokal melalui festival serupa.
GRESIK, BANGSAONLINE.com - PetroNite Fest 2026 yang digelar Petrokimia Gresik mencatat perputaran uang sebesar Rp14,4 miliar selama 9 hari penyelenggaraan. Capaian ini menunjukkan kontribusi besar festival tersebut dalam mendorong pertumbuhan UMKM di Kabupaten Gresik.
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menyatakan PetroNite Fest merupakan komitmen perusahaan menghadirkan ruang tumbuh bagi UMKM melalui promosi, pemasaran, dan peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.
“PetroNite Fest kami hadirkan sebagai wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat. Alhamdulillah pameran ini ditunggu-tunggu masyarakat dan pelaku UMKM,” ujarnya.
Festival yang berlangsung 27 Juni-5 Juli 2026 menghadirkan 670 stan UMKM, kuliner, dan VIP. Rata-rata transaksi harian mencapai Rp1,6 miliar, meningkat 44 persen dibanding tahun sebelumnya yang mencatat Rp10 miliar.
Jumlah pengunjung harian berkisar 30.000-65.000 orang, dengan puncak 65.000 pengunjung pada hari penutupan.
Besarnya jumlah pengunjung berdampak langsung pada pendapatan pelaku UMKM. PetroNite Fest dinilai menjadi momentum memperluas pasar sekaligus memperkuat eksistensi produk lokal Gresik.
“Petrokimia Gresik berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM dan penguatan ekonomi lokal,” kata Daconi. (hud/mar)










