GRESIK, BANGSAONLINE.com – PT Petrokimia Gresik menggelar pertunjukan wayang kulit sebagai penutup rangkaian HUT ke-54 serta menyambut peringatan HUT ke-81 RI di halaman Gedung Tridharma, Jumat (14/8/2026) malam.
Dalam pagelaran tersebut, perusahaan solusi agroindustri anggota hoding PT Pupuk Indonesia (Persero) menghadirkan dalang Ki Bayu Aji Pamungkas, yakni putra dari dalang kondang Ki Anom, serta dalang Ki Ahmad Bagas Setiawan sebagai dalang pembuka.
Bagas yang baru berusia 26 tahun merupakan karyawan pabrik produksi 2B Petrokimia Gresik. Ia juga merupakan dalang muda binaan Sanggar Mahesa Kencana Petrokimia Gresik.
Selain itu, gelaran wayang kulit juga dihadirkan tiga dalang cilik, yakni Bintang Pratama, siswa kelas VIII SMPN 1 Gresik; Nikolas Davido, siswa kelas V SD; serta Kiano Renan, siswa kelas V SD; dan turut dimeriahkan oleh penampilan pelawak tradisional Cak Percil dan Sinden Lintang Kairo.
Gelaran wayang kulit dengan lakon Begawan Ciptaning mengusung semangat pelestarian budaya sekaligus menyampaikan pesan tentang dedikasi, kesetiaan, dan perjuangan meningkatkan kapasitas diri.
Pertunjukan wayang ini menjadi momentum refleksi atas perjalanan perusahaan dalam memberikan kontribusi bagi bangsa dan masyarakat.
Direktur Utama PT Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, membuka gelaran wayang kulit ditandai dengan penyerahan wayang kepada dalang Ki Bayu Aji Pamungkas didampingi jajaran direksi.
“Gelaran wayang kulit ini sebagai bentuk berbagi kebahagiaan kepada masyarakat dan ungkapan syukur sekaligus penutup rangkaian HUT ke-54 Petrokimia Gresik,” ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa wayang kulit sudah diakui UNESCO sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan Nonbendawi Manusia asal Indonesia.
“Kita patut bangga bahwa wayang kulit asli Indonesia diakui dunia,” tandasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Daconi turut menyinggung pidato kenegaraan Presiden RI ke-8 Prabowo Subianto dalam rapat paripurna di Gedung MPR/DPR MPR RI pada Jumat (14/8/2026) pagi.
Dalam pidatonya, Presiden memberikan apresiasi terhadap kinerja Pupuk Indonesia selama dua tahun terakhir.
“Presiden menyampaikan, baru kali ini sepanjang sejarah harga pupuk turun 20 persen, diskon, produksi naik, penyaluran juga naik, laba keuntungan meningkat 252 persen. Semua ini tak lepas atas dukungan Forkopimda, stakeholder, masyarakat, dan petani,” ungkapnya.
Menurut Daconi, capaian tersebut menjadi sebuah anomali positif dalam dunia usaha. Sebab, kebijakan pemberian diskon pada umumnya berpotensi menekan pendapatan perusahaan dan menurunkan produksi. Namun, kondisi berbeda justru terjadi di Pupuk Indonesia yang mampu mencatatkan kinerja positif di tengah peningkatan akses dan penyaluran pupuk.
“Ini anomali karena biasanya perusahaan memberikan diskon, pendapatan turun. Namun, Pupuk Indonesia justru mencatat kinerja yang cemerlang,” tandasnya.
Ia menyampaikan terima kasih kepada masyarakat atas dukungan yang diberikan selama ini. Dukungan tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam perjalanan perusahaan menjalankan peran strategisnya dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Pesan mengenai dedikasi dan perjuangan tersebut kemudian diterjemahkan melalui lakon pewayangan yang dipentaskan. Salah satu kisah yang diangkat adalah perjalanan Sumantri yang sarat dengan nilai kesetiaan dan dedikasi.
Sementara itu, dalang Ki Bayu Aji Pamungkas dalam pegelaran wayang dengan lakon Begawan Ciptaning mengisahkan perjalanan Raden Arjuna Wiwaha atau Mintaraga saat menjalani tapa brata berat di Gunung Indrakila.
Ia diuji dengan berbagai godaan bidadari dan raksasa sebelum akhirnya diberi senjata sakti oleh para dewa untuk mengalahkan raksasa Prabu Niwatakawaca.
Cerita pewayangan Arjuna ini menggambarkan dalam membangun kapasitas diri, menempa kemampuan, serta menghadapi berbagai tantangan dalam proses mencapai tujuan.
Nilai-nilai tersebut dinilai relevan dengan perjalanan sebuah perusahaan. Untuk mencapai kinerja terbaik, dibutuhkan proses panjang, konsistensi, kemampuan menghadapi tantangan, serta kesetiaan terhadap tugas dan tanggung jawab. (hud/msn)










