Warga saat menikmati Sanggring kolak ayam. (Ist)
GRESIK, BANGSAONLINE.com – Wakil Bupati (Wabup) Gresik, Asluchul Alif, menghadiri tradisi Sanggring atau yang dikenal dengan Kolak Ayam yang ke-501 di Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Kamis (12/3/2026) malam.
Kegiatan yang digelar di halaman Masjid Jami' Sunan Dalem Desa Gumeno ini menyediakan 3.000 porsi kolak ayam yang dibagikan ke warga dan pengunjung untuk dinikmati saat berbuka puasa.
Wabup mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi warga Desa Gumeno yang hingga kini masih tetap menjaga tradisi Sanggring kolak ayam. Kuliner khas Gresik tersebut masuk sebagai salah satu Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia.
Asluchul Alif mengatakan, tradisi ini merupakan bentuk penghormatan serta pelestarian terhadap warisan budaya peninggalan Sunan Dalem, putra dari Sunan Giri. Menurutnya, Sanggring menjadi simbol identitas lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Fakta ini menegaskan eksistensi masyarakat Gumeno sebagai penjaga nilai-nilai tradisional.
“Di tengah arus modernisasi, tradisi ini menjadi alarm budaya, jangan sampai generasi muda Gumeno hanya menikmati hidangannya, tetapi lupa sejarah,” pesannya.
“Saya berharap tradisi ini bisa terus dilestarikan dan tetap hidup dari generasi ke generasi oleh warga Desa Gumeno,” imbuhnya.
Sementara itu, ketua panitia Sanggring kolak ayam, Didik Wahyudi mengatakan, dalam acara Semarak Sanggring usia ke-501 tahun ini panitia menyiapkan sekitar 3.000 porsi untuk para tamu dan masyarakat yang datang.
Menurutnya, untuk membuat kolak ayam bahan yang digunakan terdiri dari 240 ekor ayam kampung, 225 kilogram bawang daun, 525 buah kelapa, 650 kilogram gula merah, serta 50 kilogram jinten bubuk.
“Keunikan tradisi Sanggring tidak hanya terletak pada sajian kolak ayam yang jarang ditemukan di daerah lain, tetapi juga pada proses pembuatannya. Seluruh rangkaian memasak hingga penyajian wajib dilakukan oleh laki-laki sebagai bagian dari tradisi turun-temurun yang masih dijaga hingga kini,” bebernya.
Ia menambahkan, Sanggring kolak ayam memiliki cita rasa khas. Karena ada perpaduan ayam kampung dengan santan, gula merah, jinten, dan bawang daun, menghasilkan perpaduan rasa gurih dan manis yang menjadi ciri khas kuliner tradisional tersebut.
“Pelaksanaan tradisi Sanggring juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Gresik. Panitia berharap tradisi warisan leluhur ini dapat terus dijaga dan semakin dikenal luas oleh masyarakat,” pungkasnya.
Selain Wabup, hadiri Ketua DPRD Gresik M. Syahrul Munir, Sekretaris Daerah (Sekda) Achmad Washil Miftahul Rachman, Ketua GOW Gresik dr. Shinta Puspitasari, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Misbahul Munir, dan Kepala Disparekrafbudpora Gresik Saifudin Ghozali, serta Forkopimcam Manyar. (hud/msn)















