Warga saat menikmati Sanggring kolak ayam. (Ist)
GRESIK, BANGSAONLINE.com – Wakil Bupati (Wabup) Gresik, Asluchul Alif, menghadiri tradisi Sanggring atau yang dikenal dengan Kolak Ayam yang ke-501 di Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Kamis (12/3/2026) malam.
Kegiatan yang digelar di halaman Masjid Jami' Sunan Dalem Desa Gumeno ini menyediakan 3.000 porsi kolak ayam yang dibagikan ke warga dan pengunjung untuk dinikmati saat berbuka puasa.
BACA JUGA:
- Pemkab Gresik Apresiasi dan Beri Penghargaan 30 Insan Pariwisata dan Budaya
- Safari Ramadhan di Masjid Baitul Muttaqin, Wabup Gresik Sebut Anggaran Pembangunan Terbatas
- Tinjau Tanggul Anak Kali Lamong Jebol di Desa Glindah, Wabup Gresik: Diperbaiki Jika Sudah Surut
- Wabup Gresik Asluchul Alif Ajak Petani Jaga Ketahanan Pangan
Wabup mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi warga Desa Gumeno yang hingga kini masih tetap menjaga tradisi Sanggring kolak ayam. Kuliner khas Gresik tersebut masuk sebagai salah satu Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia.
Asluchul Alif mengatakan, tradisi ini merupakan bentuk penghormatan serta pelestarian terhadap warisan budaya peninggalan Sunan Dalem, putra dari Sunan Giri. Menurutnya, Sanggring menjadi simbol identitas lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Fakta ini menegaskan eksistensi masyarakat Gumeno sebagai penjaga nilai-nilai tradisional.
“Di tengah arus modernisasi, tradisi ini menjadi alarm budaya, jangan sampai generasi muda Gumeno hanya menikmati hidangannya, tetapi lupa sejarah,” pesannya.
“Saya berharap tradisi ini bisa terus dilestarikan dan tetap hidup dari generasi ke generasi oleh warga Desa Gumeno,” imbuhnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




