Warga saat menikmati Sanggring kolak ayam. (Ist)
Sementara itu, ketua panitia Sanggring kolak ayam, Didik Wahyudi mengatakan, dalam acara Semarak Sanggring usia ke-501 tahun ini panitia menyiapkan sekitar 3.000 porsi untuk para tamu dan masyarakat yang datang.
Menurutnya, untuk membuat kolak ayam bahan yang digunakan terdiri dari 240 ekor ayam kampung, 225 kilogram bawang daun, 525 buah kelapa, 650 kilogram gula merah, serta 50 kilogram jinten bubuk.
“Keunikan tradisi Sanggring tidak hanya terletak pada sajian kolak ayam yang jarang ditemukan di daerah lain, tetapi juga pada proses pembuatannya. Seluruh rangkaian memasak hingga penyajian wajib dilakukan oleh laki-laki sebagai bagian dari tradisi turun-temurun yang masih dijaga hingga kini,” bebernya.
Ia menambahkan, Sanggring kolak ayam memiliki cita rasa khas. Karena ada perpaduan ayam kampung dengan santan, gula merah, jinten, dan bawang daun, menghasilkan perpaduan rasa gurih dan manis yang menjadi ciri khas kuliner tradisional tersebut.
“Pelaksanaan tradisi Sanggring juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Gresik. Panitia berharap tradisi warisan leluhur ini dapat terus dijaga dan semakin dikenal luas oleh masyarakat,” pungkasnya.
Selain Wabup, hadiri Ketua DPRD Gresik M. Syahrul Munir, Sekretaris Daerah (Sekda) Achmad Washil Miftahul Rachman, Ketua GOW Gresik dr. Shinta Puspitasari, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Misbahul Munir, dan Kepala Disparekrafbudpora Gresik Saifudin Ghozali, serta Forkopimcam Manyar. (hud/msn)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




