Menteri Haji dan Umrah Dr KH Mochamad Irfan Yusuf alias Gus Irfan saaat bertemu uta Besar Arab Saudi untuk Indonesia H E Faisal Bin Abdullah H. Amodi di Kantor Kedutaan Besar Arab Saudi Jakarta, Senin (3/11/2025). Foto: Dok Humas Kemenhaj
MAKKAH, BANGSAONLINE.com – Inilah penilaian Wakil Menteri Agama RI Romo Muhammad Syafi’i terhadap penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Menurut Romo Syafi’i, penyelenggaraan ibadah haji 2026 mengalami peningkatan signifikan dalam berbagai aspek pelayanan jamaah Indonesia. Ia bahkan menyebut terdapat lompatan besar dalam kualitas layanan dibanding musim haji sebelumnya.
“Saya melihat ada energi baru dalam pelaksanaan haji tahun ini. Semangat kerja dan pelayanan sangat terasa di seluruh jajaran petugas,” tegas Romo Syafi’i dalam keterangan tertulisnya, Jumat (29/5/2026).
BACA JUGA:
- Lia Istifhama Apresiasi Kolaborasi Lintas Kementerian dalam Pengawasan dan Pelayanan Haji 2026
- 132 Ribu Jemaah Haji Indonesia Mulai Tinggalkan Mina ke Makkah
- Jemaah Haji Mulai Rampungkan Lempar Jumrah, Petugas Ingatkan Jangan Pisah Rombongan
- Idul Adha, Qurban dan Haji: Ritual Berdimensi Revolusi Sosial Ekonomi Paling Dahsyat
Menurut dia, perbaikan itu terlihat mulai dari proses keberangkatan, transportasi, pemondokan, konsumsi, hingga layanan kesehatan jamaah di Arab Saudi. Romo menegaskan bahwa semangat pelayanan para petugas juga menjadi salah satu faktor yang membuat pelaksanaan haji tahun ini berjalan lebih baik.
Sekedar informsi, Romo Syafi’I adalah anggota Amirul Haj 2026 yang melaksanakan ibadah haji bersalam Amirul Haj lainnya. Jadi, Romo tahu dan merasakan sendiri pelaksanaan ibadah haji 2026 ini.
Romo Syafi’i mengatakan peningkatan tersebut terlihat pada sejumlah aspek layanan, mulai dari keberangkatan jamaah di tanah air hingga pelayanan di Arab Saudi. Perbaikan layanan, tegas Romo, sudah tampak sejak fase keberangkatan, terutama dalam ketepatan jadwal penerbangan dan penguatan pemeriksaan kesehatan berbasis istitha’ah.
“Pemeriksaan kesehatan dilakukan ketat demi memastikan jamaah benar-benar siap menjalankan ibadah haji. Ini bentuk kehadiran negara menjaga keselamatan jamaah,” ujar Romo yang aktif dalam Presidium Majelis Nasional KAHMI.
Romo bahkan mengaku mendapat testimoni dari para jemaah haji. Menurut mereka, tegas Romo, jamaah haji merasa dilayani seperti tamu VIP. Jamaah haji Indonesia, menurut Romo, mendapatkan pelayanan nyaman sejak pertama kali tiba di Arab Saudi.
“Jamaah menyampaikan mereka merasa seperti tamu VIP. Datang langsung disambut, diarahkan ke bus dan diantar sampai hotel,” kata Romo yang aktif dalam Presidium Nasonal KAHMI.
Beigtu juga keberadaan bus Shalawat yang beroperasi selama 24 jam. Menurut dia, bus tersebut sangat membantu mobilitas jamaah menuju Masjidil Haram.
Kualitas hotel juga mengalami peningkatan signifikan. Termasuk hotel yang berada di sektor dengan jarak lebih jauh dari Masjidil Haram. Menurut dia, hotel itu tetap memiliki akses transportasi yang baik.
“Jamaah merasa nyaman. Hotelnya baik, bersih, air dan pencahayaan bagus, serta akses transportasinya mendukung,” katanya.
Menurut Romo, dari sisi konsumsi juga bagus. Hampir tidak menemukan keluhan berarti dari jamaah selama pelaksanaan ibadah haji berlangsung.
Romo juga memberikan apresiasi terhadap peningkatan layanan kesehatan melalui optimalisasi klinik satelit di berbagai sektor pemondokan jamaah.
Menurut Romo Syafi'i, kerja sama Kementerian Haji dan Umrah dengan Saudi German Hospital dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat layanan kesehatan bagi jamaah haji Indonesia.
Ia optimistis capaian positif dalam penyelenggaraan haji tahun ini dapat terus ditingkatkan pada musim haji berikutnya.
“Kalau tahun ini sudah sangat baik dengan waktu persiapan yang relatif singkat, insyaallah tahun depan bisa jauh lebih baik lagi,” katanya.
Apresiasi Wakil Menteri Romo Syafi’i ini tentu menarik dan harus kita syukuri bersama. Padahal – seperti kata Menko bidang Pemberdayaan Masyarakat A Muhaimin Iskandar - Kementerian haji dan umrah merupakan kementerian baru. Dan menterinya pun juga baru. Yaitu Dr KH Mochamad Irfan Yusuf yang akrab dipanggil Gus Irfan. Siapa Gus Irfan?
Gus Irfan adalah putera dari pasangan KH Muhammad Yusuf Hasyim dan Nyai Hj Siti Bariyah. Gus Irfan putra keempat dari lima saudara. Yaitu Nyai Hj Muthia Farida, Gus Mochamad Riza Yusuf, Nyai Hj Nurul Hayati, KH Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan) dan Nyai Hj Nurul Aini
Kiai Yusuf Hasyim adalah pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang periode 1965 – 2006. Pak Ud – panggilan akrab Kiai Yusuf Hasyim – dikenal luas sebagai tokoh NU dan pejuang kemerdekaan RI. Banyak sekali buku dan ulasan perjuangan Kiai Yusuf Hasyim. Karena itu beliau diusulkan sebagai pahlawan nasional pada 2025 lalu.
Kiai Yusuf Hasyim adalah putra dari pasangan Hadratussyaikh KH Muhammad Hasyim Asy’ari dan Nyai Hj Nafiqoh. Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari adalah pendiri Pesantren Tebuireng dan Nahdlatul Ulama (NU), organisasi terbesar di Indonesia bahkan juga di dunia. Selain pendiri NU, Hadratussyaikh juga dikenal luas sebagai pejuang kemerdekaan RI. Hadratussyaikh ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada 17 November 1964 oleh Presiden Soekarno lewat surat Keputusan Presiden (Kepres) nomor 294 tahun 1964.
Keluarga Hadratussyaikh Kiai Hasyim Asy’ai dikenal sebagai keluarga pejuang. Putra pertamanya, KH Abdul Wahid Hasyim juga pejuang kemerdekan RI. Kiai Wahid Hasyim merupakan anggota Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan anggota Badan Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPKI) yang mewakili golongan Islam dan Jawa.
Kiai Wahid Hasyim ditetapkan sebagai pahlawan nasional oleh Presiden Soekarno pada 24 Agustus 1964 lewat Kepres nomor 206 tahun 1964.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




