Lia Istifhama, Anggota DPD RI asal Jatim.
MAKKAH, BANGSAONLINE.com - Dinamika penyelenggaraan ibadah haji 2026 diwarnai berbagai fenomena di lapangan, mulai dari kepadatan jemaah di titik krusial Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina), adaptasi skema layanan berbasis syarikah, hingga meningkatnya kebutuhan pelayanan ramah lansia. Di tengah kompleksitas tersebut, koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menjaga kelancaran dan kenyamanan ibadah jemaah Indonesia.
Anggota DPD RI, Lia Istifhama, mengapresiasi kuatnya kolaborasi lintas kementerian, termasuk peran strategis Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), dalam penyelenggaraan dan pengawasan ibadah haji 2026. Sinergi tersebut dinilai menjadi wujud nyata harmonisasi pemerintah di bawah arahan presiden dalam memberikan pelayanan optimal kepada jemaah haji Indonesia.
BACA JUGA:
Menurut Ning Lia, sapaan akrab Lia Istifhama, penyelenggaraan haji tahun 2026 menjadi momentum penting karena merupakan fase awal penguatan koordinasi antara pemerintah Indonesia dengan otoritas Arab Saudi, khususnya melalui Kemenhaj yang menangani manajemen haji secara lebih terpusat dan profesional.
“Kolaborasi lintas sektor tahun ini terlihat semakin solid. Tidak hanya antar-kementerian di dalam negeri, tetapi juga koordinasi dengan Kemenhaj di Arab Saudi yang semakin terstruktur,” ujarnya.
Ia menilai, kunci utama keberhasilan pelaksanaan haji tahun ini terletak pada harmonisasi dan respons cepat antar-instansi, khususnya Kementerian Agama (Kemenag) baik di tingkat pusat maupun daerah, yang didukung penuh oleh kebijakan strategis pemerintah pusat.
Hal tersebut terlihat dari kerja sama aktif para petugas Kemenag di lapangan yang mampu beradaptasi dengan berbagai dinamika pelaksanaan haji 2026. Dalam sejumlah pertemuan, Ning Lia menemukan adanya kesamaan visi di antara perwakilan Kemenag dari berbagai daerah, seperti Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Jawa Tengah, hingga unsur Kemenag pusat dari bidang Kerukunan Beragama.
Para petugas, termasuk Liaison Officer (LO) Syifa, turut aktif melakukan pengawasan langsung terhadap jalannya ibadah haji. Mereka tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga terlibat langsung dalam memastikan jemaah mendapatkan layanan yang layak, aman, dan nyaman.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




