Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, membaca kitab di depan ribaun santri Pondok Pesantren Amanatul Ummah di Jalan Siwalankerto Surabaya, Rabu (6/5/2026). Foto: M. Mas'ud Adnan/bangsaonline
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Pondok Pesantren Amanatul Ummah kembali mencatat rekor spektakuler dalam meloloskan para santrinya ke perguruan tinggi negeri (PTN). Pada Mei 2026 ini sebanyak 318 santri Amanatul Ummah menembus PTN lewat Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT).
“Alhamdulillah, Amanatul Ummah kembali terbanyak diterima di perguruan tinggi negeri,” kata Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, pendiri dan pengasuh Pondok Pesatren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto Jawa Timur kepada BANGSAONLINE, Jumat (28/6/2026).
BACA JUGA:
- Amirulhaj Prof Kiai Asep: Wukuf di Arafah Waktu Mustajab, Malaikat juga Ikut Mintakan Ampunan
- Amanatul Ummah Terima Sapi Kurban Presiden, Wapres, Gubernur, Wagub, Sekda, PAN, BPN, & Wali Santri
- Amirulhaj Tinjau Adahi, Kiai Asep Pastikan Penyembelihan Dam Jemaah Haji Sah Secara Syariah
- Jelang Armuzna, Ini Taushiah Penting Amirulhaj Prof Kiai Asep kepada Jemaah Haji dan Petugas Haji
Data yang diterima BANGSAONLIE, sebanyak 318 santri itu diterima di ITS, UI, UGM, Unair, UB, IPB, UIN, Unej, dan perguruan tinggi negeri lainnya.
Ini menambah daftar panjang santri Amanatul Ummah yang diterima di PTN. Seperti diberitakan HARIAN BANGSA, pada April 2026 lalu sebanyak 271 santri Amanatul Ummah juga lolos ke perguruan tinggi negeri lewat jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP). Dari 271 santri itu, 30 santri diantaranya diterima di kedokteran umum.
“Dan itu banyak yang beasiswa,” ujar putra pendiri NU dan pahlawan nasional KH Abdul Chalim itu.
“Jumlah itu belum termasuk santri yang diterima di perguruan tinggi luar negeri,” tambah Kiai Asep yang pada 2025 mendapat anugerah penghargaan Bintang Mahaputra Nararya dari Presiden RI Prabowo Subianto.
Kiai Asep tiap tahun secara rutin mengirim puluhan santri ke perguruan tinggi luar negeri, terutama Universitas Al Azhar Mesir. Belum lama berselang sebanyak puluhan santri Amanatul Ummah diterima di Universitas Al Azhar. Kini bahkan ratusan santri Amanatul Ummah kuliah di Universitas Al Azhar Mesir.
“Kalau ke Al Azhar gak usah tes juga bisa. Kan kita punya mu’adalah,” ujar Kiai Asep yang putra-putrinya banyak kuliah di Mesir, Maroko dan Inggris. Bahkan ada dua guru tugas dari Al Azhar yang mengajar di Amanatul Ummah. Yaitu Syaikh Ahmad Muhammad Mabruk dan Syaikh Faraj Salim.
Selain ke Universitas Al Azhar Mesir, Kiai Asep juga mengirim santrinya ke Maroko, Jerman, Rusia, Tunisia, Yordania, UEA, China, Malaysia, Amerika Serikat, Kanada, Australia, Jepang, Inggris dan negara lainnya.
Yang juga Istimewa, banyak diantara santri itu hafal Al Quran. Bahkan untuk tingkat MTs dan SMP sebanyak 264 santri hafal Al Quran. Seperti diberitakan BANGSAONLINE, pada Sabtu 16 Mei 2026 lalu sebanyak 264 santri diwisuda karena telah hafal Al Quran minimal 9 juz.
“Yang hafal 30 juz sebanyak 45 santri,” tutur Kiai Asep yang sekarang berada di Makkah sebagai Amirulhaj dan menjadi khatib shalat Idul Adha di Arafah.

Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim (kanan) dan Mohammad Sulthon Neagara (kiri), wartawan BANGSAONLINE sampai sekarang masih di Makkah, Selasa (26/5/2026). Foto: bangsaonline.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




