TANGERANG SELATAN, BANGSAONLINE.com – Muhammad Habibur Rochman (Gus Habib), anggota Komisi IV DPR RI dari Partai Nasdem diwisuda dalam Program Studi Magister Manajemen di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), UT Jalan Cabe Raya Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Selasa (14/7/2026).
Gus Habib adalah putra Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto Jawa Timur. Kiai Asep juga dikenal sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) dan putra KH Abdul Chalim, salah seorang ulama pendiri NU dan pahlawan nasional.
Dalam acara wisuda bersama 1.500 wisudawan UT lainnya itu, Gus Habib dinobatkan sebagai wisudawan inspiratif. Meski demikian, menurut Gus Habib, UT tak memandang seorang pejabat atau bukan. Semua mahasiswa harus serius belajar, terutama pada tahap akhir.
“UT ini tidak memandang kau pejabat atau kau siapa, kalau pada intinya anda tidak mengikuti proses akhir dalam tesis maupun disertasi, tidak akan lulus,” ujar Gus Habib dalam Konferensi Pers Wisuda UT Tahun Akademik 2025/2026 Genap Wilayah 2 di Tangerang Selatan, Selasa (14/7/2026).
Ia mengungkap pengalaman pribadinya yang butuh waktu lima tahun untuk menyelesasikan studinya karena sibuk sebagai anggota DPR RI.
“Persepsi orang-orang terhadap UT selama ini adalah kampus yang, mohon maaf, mungkin gampang lulusnya. Itu tidak sama sekali,” kata Gus Habib dikutip Antara.
Pantauan BANGSAONLINE dI lokasi, selain Gus Habib, Agustinus, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Kutai Barat, dan Hilman, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Belitung, juga dinobatkan sebagai lulusan inspiratif.
Begitu juga I Wayan Wiasthana Ika Putra, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Bali.
Selain para pejabat negara juga ada Nachiya, penyandang autisme dan ADHD, dan Solehudin, penyandang tuna daksa. Mereka dianggap menginspirasi di antara ribuan wisudawan.
Kiper Timnas Futsal Indonesia Muhammad Albagir, juga dinobatkan sebagai wisudawan atau lulusan inspiratif UT.

Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA. Foto: bangsaonline
Rektor Universitas Terbuka Prof Dr Ali Muktiyanto mengatakan bahwa bahwa UT merupakan ruang keadilan pendidikan yang ditegakkan secara merasa bagi semua anak bangsa Indonesia.
“Tidak ada ceritanya meskipun sudah lima tahun dan menjabat anggota DPR, lalu kita luluskan padahal belum selesai. Beliau (Gus Habib), alhamdulillah lulus meskipun agak berdarah-darah, dan lulus itu artinya kualitasnya dijamin sama dengan yang lain,” ujar Prof Ali Muktiyanto merespons pernyataan Gus Habib.
Dalam acara wisuda itu Kiai Asep Saifuddin Chalim, ayahanda Gus Habib, didaulat menyampaikan ucapan selamat sekaligus memimpin doa. Kiai Asep hadir bersama istri tercintanya, Nyai Hj Alif Fadhilah.
Kiai Asep sangat mengapresiasi UT. Menurut dia, UT telah memberikan pengabdian dan dedikasinya yang luar biasa. “UT telah memberikan kesempatan dan keberdayaan (pendidikan) kepada siapa saja dan yang ada di mana saja, termasuk di daerah terpencilpun bisa mengakses keilmuan, dan bisa mewujudkan keberdayaan untuk meraih gelar keilmuan,” ujar Kiai Asep yang dikenal sebagai kiai miliarder tapi dermawan.
UT, tegas Kiai Asep, telah membuat mahasiswa memiliki kebiasaan belajar mandiri. Yaitu kebiasaan mendengarkan penjelasan pelajaran dan kebiasaan membaca.
“Yang demikian ini sanga sulit. Banyak orang sekarang pandai mendengarkan pelajaran tapi tidak pandai membaca. Anda dapat dua-duanya, maka teruslah membaca dan membaca. Inilah yang disebut punya kemampuan belajar sepanjang masa,” tegas Kiai Asep sembari mengaku bangga karena Gus Habib meraih gelar melalui proses belajar dengan cara mendengar dan membaca sehingga melalui proses kelimuan dan gelar keilmuan secara baik.
“Hari ini kita banyak mendengar lulusan doktor, dari universitas yang maju sekalipun, tapi dipertanyakan proses keilmuannya. Itu tidak akan terjadi di UT karena mereka telah melakukan proses keilmuannya dengan benar. Maka berbanggalah belajar mandiri, mendengar, dan membaca. Itu dua kemampuan luar biasa. Laksanakan terus utlubul ‘ilma minal mahdi ilal lahdi,” ujar Kiai Asep.
Artinya, tuntutlah ilmu sejak dari ayunan (gendongan) ibu hingga ke liang lahat (meninggal dunia).
Lalu berapa jumlah mahasiswa UT sekarang? “Sekarang jumlah mahasiswa UT sebanyak 765 ribu orang,” ujar Direktur Universitas Terbuka Pontianak Dr Romi Siswanto kepada BANGSAONLINE di sela-sela acara wisuda, Selasa (14/7/2026).
Namun ada yang menyebut jumlah mahasiswa UT mencapai 1 juta lebih.
Menurut Romi, UT diminati publik karena murah dan tidak ribet.
“UKT-nya hanya Rp 1, 150.000 per semester untuk program S1. Untuk S3 hanya sekitar Rp 10 juta,” ujarnya. “Tanpa ada uang lain-lain, termasuk tanpa uang gedung,” tambanya.










