Lagi, 27 Rais Syuriah PCNU se-Jawa Barat Dukung Kiai Asep Anggota Ahwa

BANDUNG, BANGSAONLINE.com-Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, kembali silaturahim dengan Rais Syuriah PCNU se-Jawa Barat. Acara silaturahim itu berlangsung di Pondok Pesantren Sirnamiskin Jalan Raya Kopo, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (6/7/2026).

Pantauan BANGSAONLINE di lokasi, acara pertemuan Kiai Asep dengan 27 Rais Syuriah PCNU itu berlangsung secara tertutup di salah satu ruangan pribadi KH Achmad Syaiful Rizal, pengasuh Pondok Pesantren Sirnamiskin. Para kiai yan menjabat Rais Syuriah PCNU itu duduk lesehan di atas karpet di ruangan yang bentuknya memanjang.

Acara silaturahim yang dipimpin Wakil Rais Syuriah PWNU Jawa Barat KH Ubaidillah Haris itu digelar seusai istighatsah. Acara istighatsah itu dipimpin KH Busrol Karim, Wakil Rais Syuriah PWNU Jawa Barat dan diikuti sekitar 300 kiai dan para pengurus NU.

Istighatsah yang dibaca berupa doa-doa atau wirid istighatsah serta doa yang berasal dari Hadratussyaikh KH Muhammad Hasyim Asy'ari, pendiri jam'iyah ijtima'iyah Nahdlatul Ulama (NU) dan Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur.

“Ini pertemuan kedua. Kita sudah sepakat bahwa semua PCNU se-Jawa Barat akan mendukung Kiai Asep dan Kiai Said Aqil sebagai anggota Ahwa dalam Muktamar ke-35 NU,” ujar Kiai Ubaidillah Haris di depan para kiai yang duduk lesehan.

Menurut Kiai Ubaidillah Haris, kesepakatan seluruh PCNU Jawa Barat mendukung Kiai Asep dan Kiai Said Aqil sebagai anggota Ahwa pada Muktamar ke-35 NU itu merupakan ikhtiar menyelamatkan NU terutama akibat para pengurus PBNU yang terus didera konflik hingga sekarang.

“Ini pertarungan terakhir untuk menyelamatkan NU,” ujarnya.

Dukungan 27 PCNU itu tidak semata verbal. Tapi langsung dikonkritkan dalam bentuk draft dukungan tiap PCNU sesuai dengan ketentuan atau aturan Muktamar ke-35 NU.

"Jadi kongkrit," ujar Kang Didin, salah seorang wakil sekretaris PWNU Jawa Barat.

Dukungan terhadap Kiai Asep sebagai calon anggota AHWA memang terus meluas. 

"Alhamdulillah. Dukungan dari bawah terus meluas. Insyaallah besok ke Jambi, lalu ke Palembang, kemudian ke Sumatera Utara, ke Aceh. Kami terus memenuhi permintaan dari berbaga daerah dan mengatur jadwal, karena hampir semua PWNU dan PCNU dari berbagai provinsi ingin didatangi Pak Kiai Asep," ujar M. Mas'ud Adnan yang mendampingi Kiai Asep. 

Seperti diberitakan BANGSAONLINE, Minggu, 10 Mei 2026, dukungan PCNU se-Jawa Barat kepada Kiai Asep juga pernah disampaikan secara terbuka di kediaman Kiai Asep di Kangampel Kabupaten Indramayu Jawa Barat, Sabtu (9/5/2026).  

Saat itu hadir Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Barat KH Juhadi Muhammad dan sejumlah wakil Rais Syuriah dan Wakil Ketua Tanfidziyah serta Wakil Sekretaris PWNU Jawa Barat.

Dukungan 27 PCNU se-Jawa Barat itu menambah daftar panjang dukungan terhadap Kiai Asep, terutama sebagai anggota Ahlul Halli wal-Aqdi atau Ahwa.

Informasi yang diterima BANGSAONLINE.com, semakin mendekati Muktamar ke-35 NU dukungan terhadap putra pendiri NU KH Abdul Chalim itu memang meluas. Termasuk dari  PCNU-PCNU di luar Jawa.

“Kami PCNU Palangkaraya meletakkan Kiai Asep nomor satu sebagai calon anggota Ahwa,” ujar Ketua PCNU Palangkaraya Haji Muhammad Syahrun kepada BANGSAONLINE.

“Kami tidak takabbur tapi semua PCNU se-Kalimantan Tengah, insyaalah semua dukung Kiai Asep sebagai anggota Ahwa,” ujar H. Junaidi Siregar, bendahara PCNU Palangkaraya yang dikenal sebagai pengusaha yang kini sedang merintis pondok pesantren di Kampung NU Desa Humbang Raya, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas (sekitar 47 km dari Palangka Raya).

Rais Syuriah PCNU Lombok Tengah Tuan Guru Ma’arif Makmun. “Ya, kami memang mendukung Pak Kiai Asep untuk anggota Ahwa. Bahkan kami mendukung Kiai Asep sebagai calon Rais ‘Aam Syuriah PBNU. Kami sedang menunggu kehadiran beliau di NTB,” ujar Tuan Guru Ma’arif yang juga pengasuh Pondok Pesantren Manhalul Ma'arif, Desa Darek, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) kepada BANGSAONLINE.

Dukungan senada disampaikan KH. Muhammad Robi Ulfi Zaini Thohir  Lc., MH, Ketua PCNU Serang Banten.

“Insyaallah Banten aman,”ujar Gus Robi, panggilan akrab pengasuh Pondok Pesantren Moderat At-Thohiriyah di Pelamunan, Kabupaten Serang, Banten itu.

Dukungan terhadap Kiai Asep juga datang dari beberapa PCNU di kawasan Yogyakarta, Jawa Tengah, DKI Jakarta, dan juga beberapa PCNU di Jawa Timur.

Bagaimana tanggapan Kiai Asep? Pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto Jawa Timur itu mengucapkan terimakasih kepada semua kiai yang sangat peduli terhadap NU.

“Kita memang sangat prihatin dengan kondisi PBNU. Kita harus bersatu dan bersama-sama menyelamatkan NU sekarang ini,” ujar putra pahlawan nasional KH Abdul Chalim itu.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdaltul Ulama (Pergunu) itu mengaku selalu terngiang dengan dawuh KH Nurul Huda Djazuli (Gus Da), pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Ploso Kediri Jawa Timur.

“Kata Gus Da, pesantren sekarang goncang karena PBNU mengalami goncangan. NU itu kan pesantren besar. Kalau PBNU goncang maka pesantren akan goncang,” ujar Kiai Asep di depan para Rais Syuriah PCNU se-Jawa Barat yang sangat antusias mendengarkan.

Kiai Asep memang termasuk ulama yang diundang dan tanda tangan dalam pertemuan kiai-kiai sepuh di kediaman Gus Da sesaat menjelang pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Musyawarah Besar (Mubes) NU di Pondok Pesantren Al Falah Ploso Kediri pada 20 hingga 23 Juni 2026 lalu.

Saat itu para kiai sepuh yang berkumpul di kediaman Gus Da itu mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi PBNU yang karut marut hingga sekarang. Bahkan KH Cholil As’ad Situbondo, salah seorang ulama yang mengikuti pertemuan itu, mengajak para kiai mendoakan orang yang dzalim kepada NU agar hancur kehidupan duniawinya.

Pertemuan para kiai sepuh di Ploso itu menyepakati beberapa hal.  Antara lain: bahwa larangan rangkap jabatan politik bagi ketua umum PBNU harus tetap diberlakukan. Tak boleh diubah, apalagi dihapus.

Begitu juga anggota Ahwa harus terdiri dari ulama berilmu tinggi, berintegritas dan berakhlak, tidak boleh dibatasi hanya jajarab Rais Syuriah aktif, yang terindikasi untuk menghadang para kiai alim, kharismatik dan kiai-kiai yang memiliki pondok pesantren besar.

Para ulama yang hadir dalam pertemuan terbatas di Ploso itu antara lain KH Ma’ruf Amin, KH Said Aqil Siroj, KH Kafabihi Mahrus, KH Asep Saifuddin Chalim, KH Ubaidillah Shodaqoh, KH Mas’ud Masduqi dan kiai-kiai lainnya.

Sementara KH Achmad Syaiful Rizal mengatakan bahwa pertemuan Kiai Asep dengan 27 PCNU se-Jawa Barat itu digelar di pesantren yang diasuhnya karena memiliki akar historis. Menurut dia, pendiri Pesantren Sirnamiskin Bandung adalah KH Ahmad Dimyati. Yaitu kakek Kiai Ahmad Syaiful Rizal.

“Kakek saya, Kiai Ahmad Dimyati ditugasi secara khusus oleh Kiai Hasyim Asy’ari membawa NU dari Tebuireng ke Kota Bandung dan sekitar Jawa Barat,” ujar Kiai Syaiful Rizal dalam sambutannya.

Menurut dia, Kiai Ahmad Dimyati pernah mengaji langsung kepada Hadrarussyaikh KH Muhammad Hasyim Asy’ari. Artinya, Kiai Ahmad Dimyati adalah santri Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur.

“Kiai Ahmad Dimyati adalah Panglima Laskar Hizbullah di Bandung Selatan. Beliau pioner dakwah billisan dan tematik. Biasanya para kiai kan dakwah dengan baca kitab,” ujar Kiai Ahmad Syaiful Rizal di depan para kiai peserta istighatsah di Pondok Pesantren Sirnamiskin.

 

 

 

 

 

 


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: