MAJALENGKA, BANGSAONLINE.com – Bupati Majalengka Drs Eman Suherman, MM mengaku prihatin terhadap tingkat pendidikan warga yang dipimpinnya. Menurut dia, mayoritas pendidikan warga Majalengka tak lulus SMP.
Bupati Eman Suherman mengaku berusaha keras agar warga Majalengka punya minat belajar dan bersekolah ke jenjang lebih tinggi. Tapi tidak mudah.
“Ini permasalahan yang dihadapi kami,” ujar Eman Suherman saat menyampaikan sambutan dalam acara Haflah Akhirussanah Pondok Pesantren Amanatul Ummah 02 Leuwimunding Majalengka Jawa Barat, Selasa (16/6/2026) malam.
Sekarang Bupati Maman mencanangkan program sekolah gratis bagi para anak yatim hingga perguruan tinggi.
“Kami punya program satu desa satu anak yatim, kami sekolahkan hingga sarjana,” ujar Eman Suherman di depan para wali santri yang memenuhi halaman Madrasah Tsanawiyah Sabilul Chalim dekat makam KH Abdul Chalim di Leuwimundung Majalengka Jawa Barat.
Menurut Bupati Eman, di Majalengka ada 343 desa.
“Sekarang sudah terkumpul sekitar 30 anak yatim,” tambah Eman.

Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA saat menyampaikan mau'idzah hasanah dan doa dalam acara Haflah Akhirussanah Pondok Pesantren Amanatul Ummah 02 Leuwimunding Majalengka Jawa Barat, Selasa (16/6/2026) malam. Foto: M. Mas'ud Adnan/bangsaonline.
Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Mojokerto Jawa Timur langsung merespons pidato Bupati Eman. Kiai Asep minta agar para anak yatim itu disekolahkan ke Pondok Pesantren Amanatul Ummah 02 Leuwimunding Majalengka.
“Monggo dibawa ke sini (Amanatul Ummah 02 Leuwimunding). Berapun jumlahnya,” pinta kiai milarder tapi dermawan itu saat menyampaikan mau’idzah hasanah dan doa dalam acara tersebut.
“Semua sekolah di sini gratis, kecuali yang mondok,” ujar Kiai Asep yang tiap tahun memberikan 600 beasiswa kepada kader NU di seluruh Indonesia, baik untuk S1, S2 dan S3.
“Cita-cita saya ingin masyarakat Leuwimunding dan Majalengka jadi sarjana semua,” tegas Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) itu.
Kiai Asep mengaku selama ini telah bersalah karena kurang optimal atau fokus dalam mengembangkan pendidikan di kampung halamannya. Terutama di Leuwimunding Majalengka Jawa Barat.
“Saya merasa bersalah, jika di Leuwimunding pendidikan tidak bisa berkembang,” ujar Kiai Asep yang memiliki sekolah MTs dan MA unggulan gratis SPP dan makan bernama Hikmatul Amanah di Pacet Mojokerto.
Ia berjanji mulai tahun depan akan lebih fokus untuk mengembangkan pendidikan di Jawa Barat. Ia bahkan mengaku telah membeli banyak rumah di sekitar Pesantren Amanatul Ummah 02 Leuwimunding Majalengka.
“Karena kalau membangun lama, karena itu saya membeli rumah saja agar langsung bisa ditempati,” ujarnya.
Menurut Kiai Asep, sekarang semakin banyak orang tua yang memondokkan putra-putrinya ke Amanatul Ummah 02 Leuwimunding. Santri baru, ujar Kiai Asep, sudah mencapai 200 orang.
Kiai Asep juga bercerita bahwa Madrasah Aliyah Unggulan Amanatul Ummah 02 yang ia rintis di Leuwimunding telah menunjukkan geliat prestasi. Menurut dia, sebanyak 83 santri lulusan Madrasah Aliyah Unggulan Amanatul Ummah 02 lolos dan diterima di berbagai perguruan tinggi baik negeri maupun swasta.
“Yang diterima di perguruan tinggi swasta semuanya beasiswa,” ujarnya.
Mereka juga banyak yang hafal Al Quran, terutama juz 30 atau juz ‘amma. Dan ada juga yang hafal 5 juz.
Kiai Asep bertekad pada tahun ajaran akademik 2027 Madrasah Aliyah Unggulan Amanatul Ummah 02 akan menjadi sekolah terbaik di seluruh Jawa Barat. Putra pahlawan nasional dan pendiri NU KH Abdul Chalim itu mengaku akan membawa tim guru terbaik dari Amanatul Ummah Pacet Mojokerto untuk mentransfer ilmunya ke guru-guru Amanatul Ummah 02 Leuwimunding Majalengka.
Bupati Majalengka Eman Suherman tampak mengangguk-angguk. Ia yang datang bersama Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka H. Rd. Muhammad Umar Ma'ruf tampak serius menyimak pidato Kiai Asep.

Para kiai, tokoh NU, dan tokoh masyarakat serta wali santri dalam acara Haflah Akhirussanah Pondok Pesantren Amanatul Ummah 02 Leuwimunding Majalengka Jawa Barat, Selasa (16/6/2026) malam. Foto: M. Mas'ud Adnan/bangsaonline.
Pantauan BANGSAONLINE di lokasi, Bupati Eman tampak merekam sebagian pidato Kiai Asep lewat ponselnya.
Bahkan saat menyampaikan sambutan, Bupati Eman mengakui Leuwimunding belakangan ini mengalami perkembangan dan kemajuan sangat cepat.
Ia juga mengaku kagum terhadap prestasi anak-anak Amanatul Ummah 02 Leuwimunding. Mereka, ujar Bupati Maman, selain menguasai ilmu umum juga hafal Al Quran.
Menurut Bupati Eman, ini sangat penting dalam era serba digital seperti sekarang. “Karena ilmu tanpa akhlak kadang membuat kerusakan. Akhlak tanpa ilmu kita akan tergilas,” ujar Bupati Maman.
Ia menekankan pentingnya para murid menguasai teknologi dan modernisasi. “Tapi modernisasi jangan jadi westernisasi,” ujarnya.
Kiai Asep pulang ke kampung halamannya didampingi sejumlah tokoh. Antara lain Prof Dr Usep Abdul Matin, guru besar UIN Syarif Hidayatullah yang juga Ketua TP2GP, Dr Akhmad Rubaie, Kepala Pengawas Yayasan Pendidikan Unitomo Surabaya, Achmad Fahrudin, Wakil Ketua PAN Jatim dan M. Mas'ud Adnan, CEO HARIAN BANGSA dan BANGSAONLINE yang juga penulis buku Kiai Miliarder Tapi Dermawan serta Kiblat Dunia Islam dan Peradaban Dunia.










