Para hafidz dan hafidzah SMP Unggulan Fullday dan SMP Unggulan Berbasis Pesantren (BP) Pondok Pesantren Amanatul Ummah dalam acara wisuda tahfdiz perdana di Kantor JKSN Jalan Siwalankerto Utara Surabaya, Rabu(10/6/2026). Foto: mma/bangsaonline
SURABAYA, BANGSAONLINE.com-Ini benar-benar spektakuler. Ternyata Pondok Pesantren Amanatul Ummah tidak hanya produktif mencetak santri cerdas dan berprestasi secara akademik sehingga menembus semua perguruan tinggi negeri (PTN) dan luar negeri. Tapi juga produktif mencetak santri penghafal Al Quran - hafidz - hafidzah - yang juga menguasai ilmu eksak dan ilmu sosial. Tapi kenapa Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA masih membeli ribuan tanah di Surabaya untuk membangun gedung sekolah megah? Benarkah penulis Kamus Al-Munjid berusaha mengubah Al Quran? Inilah laporan wartawan BANGSAONLINE yang meliput acara wisuda para penghafal Al Quran santri Amanatul Ummah tersebut.
Amanatul Ummah memang lembaga pendidikan Islam sangat fenomenal. Pada paruh 2026 ini saja Pondok Pesantren Amanatul Ummah mewisuda 565 santri penghafal Al Quran. Tingkat hafalan mereka bervariasi. Ada yang 5 juz, 11 juz, 15, juz, 19 juz hingga 30 juz.
BACA JUGA:
- Apresiasi Kerja Keras Menhaj, Kiai Asep Minta Jemaah Tak Paksakan Diri Ibadah di Masjid Haram-Nabawi
- Ingin Doa Kita Terkabul dan Banyak Rezeki? Berdoalah pada Jumat, Ini Teks Doanya
- Luar Biasa! 318 Santri Amantul Ummah Lolos UTBK-SNBT, Banyak yang Hafal Quran
- Amirulhaj Prof Kiai Asep: Wukuf di Arafah Waktu Mustajab, Malaikat juga Ikut Mintakan Ampunan
“Untuk tahun ini murid SMA BP Pacet yang hafal 30 juz sebanyak 83 santri,” ujar Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto kepada BANGSAONLINE, Rabu (10/6/2026).
Sementara untuk siswa-siswi MTs dan SMP Unggulan Berbasis Pesantren (BP) yang hafidz 30 juz sebanyak 45 orang. Seperi diberitakan BANGSAONLINE, Sabtu (16/5/2026), sebanyak 264 siswa-siswi MTs dan SMP Unggulan Berbasis Pesantren (BP) Amanatul Ummah diwisuda. Mereka hafal Al Quran mulai 9 juz hingga 30 juz.
“Sebanyak 45 santri hafal 30 juz,” ujar Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim kepada BANGSAONLINE.

Suasana acara wisuda para penghafal Quran MTs dan SMP Unggulan Berbasis Pesantren (BP) di Student Centre Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet Mojokerto Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Foto: MMA/bangsaonline.
Ikhsan, salah seorang panitia yang juga guru SMA BP Amanatul Ummah Pacet Mojokerto memberikan rincian.
“Wisudawan kategori 9 juz sebanyak 59 santri. Wisudawan kategori 15 juz sebanyak 46 santri. Sedang wisudawan kategori 30 juz 83 santri,” ujarnya kepada BANGSAONLINE.
Hakimul Hasan dari Amanatul Ummah Surabaya juga merinci bahwa Wisuda Tahfidz SMP Fullday Surabaya diikuti 42 siswa-siswi penghafal Quran.
“Hafalan terbanyak untuk siswa diraih oleh Raffa Aditya Febri dengan hafalan 12 juz, sedangkan siswi bernama Hanna Aqeela, hafal 7 juz,” ujar Hakimul Hasan yang merupakan Kepala Sekolah SMP Unggulan Fullday Amanatul Ummah Surabaya tersebut.
“Kalau SMP BP mewisuda 26 penghafal Al Quran. Hafalan terbanyak santri putri yaitu Annisa Elviana Wiludjeng Supriyanto yang hafal 14 juz, sedang hafalan terbanyak santri putra bernama Achmad Khasanuddin Fauzul Kabir yang hafal 8 juz,” ujarnya.
Nah, dari data tersebut berarti untuk tahun 2026 ini saja Amanatul Ummah telah mencetak 128 santri penghafal Al Quran 30 juz. Sedangkan jumlah total penghafal Al Quran yang diwisuda pada 2026 dari berbagai kategori sebanyak 565 santri. Ini tentu prestasi luar biasa.

Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA saat sambutan dalam acara Wisuda Tahfidz SMA Unggulan Berbasis Pesantren (BP) di Masjid Raya KH Abdul Chalim Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet Mojokerto, Rabu(10/6/2026). Foto: mma/bangsaonline
Karena itu, tutur Kiai Asep, beberapa pejabat dari Kementerian Pendidikan Malaysia tertarik studi banding ke Amanatul Ummah.
“Mereka tanya kenapa santri di Amanatul Ummah kok gampang sekali menghafal Al Quran sampai 30 juz,” ujar putra pahlawan nasional dan pendiri NU KH Abdul Chalim itu.
Padahal, tegas Kiai Asep, santri Amanatul Ummah juga menguasai ilmu-ilmu umum seperti matematika, fisika, biologi, bahasa Inggris, dan bahasa Arab. Bahkan santri Amanatul Ummah banyak yang juara di berbagai olimpiade matematika, fisika, bahasa Inggris, biologi dan ilmu lainnya.
Menurut Kiai Asep, Al Quran adalah mukjizat terbesar dari semua mukjizat yang diterima para nabi.
“Nabi Isa diberi mukjizat bisa menghidupkan orang mati. Nabi Musa diberi mukjizat tongkatnya bisa jadi ular dan Nabi Musa juga bisa membelah lautan. Tapi itu pada masa lalu. Orang menyebut sebagai cerita atau dongeng, meski kita sebagai orang beriman harus percaya,” Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) itu.
“Nabi Muhammad diberi mukjizat Al Quran. Mukjizat terbesar karena bisa dirasakan sepanjang masa hingga sekarang,” tambah Kiai Asep.
Menurut Kiai Asep, Al Quran dijaga langsung oleh Allah SWT sehingga tak akan pernah berubah dan tak bisa dipalsukan.
“Jangankan satu kalimat, satu huruf saja diubah pasti ketahuan karena Allah yang menjaga,” ujarnya.
Kiai Asep mengungkap kasus kontroversi Louis Ma'alouf dan Ferdinand Tottel, penyusun atau penulis Kamus Bahasa Arab Al-Munjid yang sangat popular. Dua ahli bahasa Arab itu adalah pendeta dan akademisi Kristen Yesuit. Mereka sangat kondang di kalangan akademisi Islam, termasuk di dunia pesantren.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





