Menteri Haji dan Umrah Dr KH Mochamad Irfan Yusuf alias Gus Irfan saaat bertemu uta Besar Arab Saudi untuk Indonesia H E Faisal Bin Abdullah H. Amodi di Kantor Kedutaan Besar Arab Saudi Jakarta, Senin (3/11/2025). Foto: Dok Humas Kemenhaj
Kiai A Wahid Hasyim pernah menjadi Ketua Umum PBNU dan Menteri Agama RI pada awal kemerdekaan RI. Alhasil, Kiai Wahid Hasyim adalah salah satu The Founding Father negara Indonesia. Bahkan Kiai Wahid Hasyim juga ikut merumuskan Pancasila dan UUD 45.
Salah satu peran penting Kiai Wahid Hasyim adalah menyatukan kelompok nasionalis dan kelompok agama saat perumusan Pancasila dan UUD 45. Berkat peran Kiai Wahid Hasyim inilah tokoh-tokoh bangsa yang pada awal kemerdekan teracam pecah akibat faktor kedaerahn dan agama bisa dipersatukan kembali.
Putra Kiai A. Wahid Hasyim, yakni Gus Dur, juga ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada 10 November 2025 lewat Kepres no 116 TK Tahun 2025. Gus Dur yang bernama lengkap Abdurrahman Addakhil atau Abdurrahman Wahid juga pernah menjadi Ketua Umum PBNU tiga periode dan juga menjabat Presiden ke-4 Republik Indonesia.
Dari silsilah itu jelas, Gus Irfan adalah cucu pendiri NU Hadratussyaikh KH M Hasyim Asy’ari. Otomatis Gus Irfan merupakan keponakan KH A Wahid Hasyim sekaligus sepupu Gus Dur. Jadi, Gus Irfan lahir dari keluarga pejuang dan pahlawan nasional, disamping pendiri NU.
Meski Gus Irfan dikenal publik setelah menjadi Menteri Haji dan Umrah RI – atau sejak menjadi Kepala Badan Haji – tapi sejatinya proses kepemimpinan Gus Irfan telah dimulai sejak lama. Pada tahun 1989 Gus Irfan dipercaya sebagai Sekretaris Umum Pesantren Tebuireng. Jabatan ini pernah dipercayakan kepada Gus Dur, sebelum akhirnya tinggal di Jakarta.
Gus Irfan juga pernah memimpin ekonomi pesantren.
“Gus Irfan sangat iffah,” komentar Dr KH Ahmad Musta’in Syafi’I, Ketua Dewan Masyayikh Pesantren Tebuireng suatu ketika.
Iffah berasal dari bahasa Arab yang artinya: kemampuan mengendalikan diri untuk menjaga kehormatan, moral, dan kesucian diri dari semua hal yang dilarang atau merendahkan martabat dan muruah atau marwah.
Tak aneh, jika Gus Irfan tampak sangat tegas dalam memimpin Kementerian Haji dan Umrah. Padahal performance Gus Irfan dalam kesehariannya sangat low profile. Bahkan wajahnya selalu dihiasi senyum.
“Sejak jadi menteri saya banyak kehilangan sahabat,” ujar Gus Irfan dalam acara Halal Bihalal Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng (IKAPETE) di Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur, Sabtu 18 April 2026 lalu.
Menurut dia, banyak sahabatnya yang datang. Tapi kemudian mereka membawa orang untuk kepentingan bisnis. Termasuk soal hotel, catering dan sebagainya. Padahal mereka bukan pemilik hotel atau pemilik catering.
Akhirnya Gus Irfan bersikap tegas. Konsekuensinya, persahabatan menjadi renggang.
“Bahkan saya gowes sendirian, kadang hanya ditemani ajudan,” ujar Gus Irfan sembari tertawa.
Gus Irfan mengaku senang kedatangan para sahabatnya. Asal tidak bicara hal-hal pragmatis yang menodai amanah jabatannya sebagai menteri.
“Silakan bicara yang lain, soal politik, soal NU dan lainnya, saya terbuka,” ujarnya.
Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, mengakui Gus Irfan adalah pejabat negara yang punya integritas dan moral. Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah itu menyaku menyaksikan sendiri saat Menhaj Gus Irfan wanti-wanti kepada para pemilik atau pimpinan catering di Arab Saudi. Menurut Kiai Asep, Gus Irfan terang-tengan menolak fee.
“Gus Irfan menyampaikan kepada direktur catering, kalau ada orang mengatasnamakan menteri minta fee jangan dilayani,” ujar Kiai Asep kepada BANGSAONLINE, Sabtu (30/5/2026).
“Kalau menterinya punya integritas seperti itu insyallah pelaksanaan haji akan baik. Karena bawahannya juga segan untuk bermain,” tambah putra KH Abdul Chalim, pahlawan nasional dari Leuwimunding Majalengka Jawa Barat itu.
Gus Irfan menempuh pendidikan tinggi di Unviversitas Brawijaya (UB). Ia lulus S1 dan S2 di UB. Kemudian melanjutkan S3 di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Disertasi S3-nya membahas tentang kiprah ayahandanya, KH M Yusuf Hasyim. Yaitu Kepemimpinan Transformasional KH. Muhammad Yusuf Hasyim dalam Melestarikan Tradisi Indonesia di Pesantren Tebuireng Kabupaten Jombang.
Pada 2019 Gus Irfan menjadi juru bicara tim Prabowo-Sandi dalam Pilpres 2019. Gus Irfan kemudian menjabat Wakil Ketua Umum DPP Gerindra. Pada Pemilu Legislatif Gus Irfan terpilih sebagai anggota DPR RI dari dapil VIII Jawa Timur.
Pengusuh Pesantren Al Farros Jombang itu juga aktif di NU, organisasi Islam yang didirikan kakeknya, Hadratussyaikh. Gus Irfan tercatat sebagai Wakil Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Jawa Timur 2014-2017. Juga Wakil Ketua Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) pada 2025-2016.
Gus Irfan lahir pada 24 Juni 1962. Gus Irfan memiliki 4 anak atau putra-putri. Yaitu, Gibran Mohamad Fawaz, Barbarosa Muhammad Faroz, Nawal Jaddiyah Farha, dan Kenseva Nafiqa Faradz.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




