Diremehkan Seskab Teddy, Inilah Profil Dino Patti Djalal

Ringkasan Berita
  • Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya membantah kritik Dino Patti Djalal dengan menyebut masa jabatan Dino sebagai wakil menteri hanya 3 bulan, yang dianggap publik merendahkan dan memicu kritik balik dari netizen.
  • Dino Patti Djalal adalah diplomat kawakan dan mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat (2010-2013), dengan pengalaman panjang di departemen luar negeri sejak 1987 dan pernah menjabat jubir kepresidenan.
  • Dino memiliki latar belakang pendidikan internasional yang kuat, meraih gelar doktor dari London School of Economics, serta berasal dari keluarga diplomat terhormat.
  • Ia telah menerima tiga penghargaan bintang mahaputera dari pemerintahan yang berbeda, termasuk Bintang Mahaputera Adipradana dari Presiden Prabowo pada 2025, yang mengukuhkan kompetensinya.
  • Kontroversi ini menyoroti ketegangan antara jabatan politik pemerintahan dengan kredensial diplomatik mapan, serta respons publik yang cepat terhadap gaya komunikasi pejabat.

JAKARTA, BANGSAONLINE.com – Media sosial sedang ramai tentang bantahan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya terhadap kritik Dino Patti Djalal terkait kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke luar negeri. Bantahan Teddy menuai kritik dari ribuan netizen karena pejabat berusia 37 tahun yang dikenal sangat dekat Presiden Prabowo itu dianggap mendiskreditkan Dino Patti Djalal.

Peristiwa itu terjadi saat Teddy membantah pernyataan Dino Patti Djalal. Dalam bantahan itu Teddy melontarkan kalimat: “Beliau (Dino) pernah menjadi wamenlu, meskipun hanya diberi kesempatan 3 bulan.” Seolah-seolah Dino Patti Djalal tak kompeten mengomentari kunjungan Presiden keluar negeri.

Kalimat itu oleh publik dianggap merendahkan Dino Patti Djalal.Teddy pun dibully puluhan ribu netizen. Para netizen justeru mempertanyakan kompetensi Teddy.

Siapa Dino Patti Djalal? Inilah profilnya.

Dino Patti Djalal pernah menjabat Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia yang menjabat dari 14 Juli 2014 hingga 20 Oktober 2014. Ia menggantikan Wardana yang mengemban tugas baru sebagai Duta Besar Indonesia untuk Turki.

Tapi pengalaman politik bukan hanya wakil menteri luar negeri yang sangat singkat itu. Seperti ditulis Wikipedia, Dino pernah menjadi Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Amerika Serikat (AS). Ia dilantik sebagai Dubes AS pada 10 Agustus 2010 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Tiga tahun kemudian mengundurkan diri. Tepatnya pada September 2013. Ia mengundurkan diri karena mengikuti Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat 2013.

Dino dikenal sebagai diplomat berwawasan luas dan berpengalaman. Karena itu ia tiga kali mendapat penghargaan bintang maha putra atas kompetensinya sebagai diplomat. Yaitu Bintang Mahaputera Adipradana (25 Agustus 2025) dari Presiden Prabowo Subianto. Kemudian Bintang Mahaputera Utama (11 Oktober 2014) dan Bintang Jasa Utama (10 Agustus 2010).

Dino lahir dari pasangan Hasjim Djalal (ayah) dan Jurni (ibu). Orang tuanya berasal dari Ampek Ankek, Agam, Sumatera Barat. Sang ayah, Hasyim Djalal, juga merupakan seorang diplomat Indonesia ternama.

Ia memulai pendidikan di SD dan SMP Al Azhar. Kemudian melanjutkan ke McLean High School, Amerika Serikat. Dino kemudin melanjutkan S-1 di Universitas Carleton. Gelar M.A. diraihnya dari Universitas Simon Fraser di Kanada. Ia meraih gelar doktor bidang hubungan internasional di London School of Economics and Political Science.

Pada 1987 ia diterima di Departemen Luar Negeri. Berbagai penugasan penting pernah diemban, antara lain sebagai Jubir Satgas P3TT (Pelaksana Penentuan Pendapat di Timor Timur), Kepala Departemen Politik KBRI Washington dan Direktur Amerika Utara dan Tengah Departemen Luar Negeri.

Dino juga pernah menjabat sebagai Direktur Urusan Amerika Utara dan Amerika Tengah di Departemen Luar Negeri Republik Indonesia. Pada era Presiden SBY pula dia ditunjuk sebagai juru bicara bersama Andi Mallarangeng.

Dino menikah dengan Rosa Raj Djalal, seorang dokter gigi. Pernikahannya dengan Rosa, Dino memiliki tig anak: Alexa, Keanu, dan Chloe.

Dino memang berasal dari keluarga terhormat dan terdidik. Dini Djalal, saudari perempuannya berprofesi sebagai wartawan di Amerika Serikat. Sedangkan Iwan Djalal, saaudara laki-lakinya bekerja sebagai eksekutif di sebuah perusahaan.