Dino Patti Djalal Kembali Bersuara, Minta Menteri HAM & Menlu Bertindak soal Pembunuhan Keji di Papu

JAKARTA, BANGSAONLINE.com – Dino Patti Djalal kembali bersuara. Diplomat yang pernah direndahkan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya karena mengingatkan Presiden Prabowo jangan terlalu banyak kunjungan ke luar negeri karena pemborosan itu mengecam aksi pembunuhan keji yang dilakuan Organisasi Papua Merdeka (OPM) terhadap tiga warga sipil. Ia minta pemerintah – terutama Menteri Hak Asasi Manusia (HM) Natalius Pigai - ikut mengutuk kasus pembunuan keji dan biadab itu.

Dino juga minta Menteri Luar Negeri Sugiono  segera bertindak dan menyebarkan video biadab itu ke luar negeri agar mereka tahu, terutama para simpatisan OPM di luar negeri agar terbuka matanya tentang OPM

Dalam video yang beredar, tiga warga sipil, dua diantaranya pasangan suami istri, yang sudah tak berdaya dibunuh secara sadis, oleh segerombolan OPM. Tiga warga sipil itu sempat minta dibelaskasihi tapi gerombolan OPM yang memakai berbagai jenis senjata api itu justeru menembaknya secara biadab. Lebih barbar lagi, tiga korban itu sebelum dibunuh justru dianiaya dan dikeroyok secara biadab seperti ditendang dan sebagainya.

Setelah dibunuh mayat tiga orang itu dibuang begitu saja, tidak dikuburkan. Lalu rekaman video itu oleh mereka diedarkan.

Informasi yang beredar, peristiwa pembunuhan tiga orang warga sipil terjadi  di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Senin 20 Juli 2026 lalu. Namun pemerintah belum terdengar bersuara.

Menurut Dino, pembunuhan keji itu tak bisa dibenarkan oleh alasan politik apapun

“Aksi pembunuhan yang sangat biadab. Dan merupakan pelanggaran berat terhadap Hak Asasi Manusia,” ujar Dino Patti Djalal sembari mengucapkan duka  cita pada keluarga korban.

Menurut dia, aksi penganiayaan dan pembunuhan itu sangat mengusik hati nurani bangsa Indonesia.

Ia menghimbau kepada aparat keamanan agar segera mengidentifikasi, mengejar dan menangkap serta mengadili para pelaku yang ada dalam video itu. Wajah-wajah mereka sudah terekam sangat jelas dalam video saat melakukan ekskusi biadab itu.

Sebab, jika aparat keamanan tidak menangkap mereka pasti gerombolan OPM itu akan terus melakukan aksi biadab terhadap masyarakat sehingga masyarakat setempat akan hidup dalam suasana ketakutan.

Dino minta pemerintah Indonesia tak perlu khawatir sikap dunia internasional.

"Karena tidak ada satu pun negara yang akan membela para pembunuh barbar itu," ujarnya. 

Karena jika peristiwa seperti itu terjadi di negara mereka pasti mereka juga akan menindak tegas terhadap pelaku biadab itu. Bahkan PBB tidak akan mendukung mereka.

Menurut dia, aksi biadab ini tidak boleh lagi terjadi di wilayah manapun di Indonesia, baik di Jakarta, Sumatera, Papua atau daerah lainnya d Indonesia.