Video Opini Amien Rais ke Presiden Prabowo Di-Takedown, PMNU Ingatkan Perlakuan AR ke Gus Dur

Video Opini Amien Rais ke Presiden Prabowo Di-Takedown, PMNU Ingatkan Perlakuan AR ke Gus Dur Ramadhan Isa, Koordinator Nasional Poros Muda NU. Foto: Ist.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Jagat media sosial tengah dihebohkan oleh unggahan video dari akun Amien Rais Official yang berisi opini negatif terhadap Presiden Prabowo Subianto dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.

Meski konten tersebut telah di-takedown oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) karena dinilai mengandung hoaks dan ujaran kebencian, potongan videonya masih beredar luas.

Menanggapi hal tersebut, Koordinator Nasional Poros Muda NU (PMNU), Ramadhan Isa, angkat bicara. Ia menilai manuver Ketua Majelis Syura Partai Ummat tersebut membangkitkan ingatan pahit tentang perlakuan serupa yang pernah dialami oleh KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Ramadhan Isa mengingatkan kembali bagaimana Presiden RI ke-4 tersebut dulunya dihantam dengan berbagai isu politik, hukum, hingga serangan personal yang masif. Namun, sejarah membuktikan bahwa tuduhan-tuduhan tersebut tidak pernah terbukti kebenarannya.

"Kami jadi kembali teringat manuver yang pernah dilakukan Amien Rais cs untuk menjatuhkan Gus Dur. Apa yang pernah dilakukan itu kami maafkan, tapi tidak pernah kami lupakan," tegas Ramadhan Isa dalam keterangannya, Senin (4/5/2026).

Pria yang akrab disapa Dhani ini menyayangkan langkah Amien Rais yang dianggapnya terlalu gegabah. Sebagai tokoh senior, Amien dinilai hanya memungut rumor mentah dari media sosial tanpa melakukan verifikasi atau tabayun.

"Pak Amien seperti menyampaikan rumor yang beredar di media sosial. Tentu itu sangat gegabah, karena tidak terverifikasi kebenarannya," ujar Alumni PMII Ciputat tersebut.

Dhani menekankan pentingnya klarifikasi sebelum melempar narasi ke publik, terutama jika menyangkut martabat pemimpin nasional dan pejabat negara.

Meski narasi yang disampaikan Amien Rais dinilai menyakitkan secara personal, PMNU memberikan apresiasi tinggi kepada Presiden Prabowo Subianto yang memilih untuk tidak bereaksi berlebihan dan tetap fokus pada kerja-kerja pelayanan rakyat.

"Apa yang disampaikan Amien Rais dalam video itu memang menyakitkan karena menyerang personal Presiden Prabowo. Namun ia tidak terpengaruh dan bereaksi sedikit pun. Ini membuktikan kualitas Prabowo bukan sekadar Presiden tapi seorang negarawan. Ini tentu kami apresiasi," pungkas Dhani.

Di sisi lain, Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Meutya Hafid, memastikan bahwa pihaknya telah mengambil langkah tegas dengan memutus akses (takedown) video asli di kanal resmi Amien Rais karena dianggap melanggar aturan konten digital terkait fitnah dan hoaks. (mdr/rev)