TKP dugaan penganiayaan yang dilakukan oknum TNI terhadap seorang anggota Polri di Surabaya.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Seorang anggota TNI AL berpangkat Mayor Laut berinisial MOT diduga melakukan pemukulan terhadap Kanit Samapta Polsek Tegalsari, Iptu Agus Mujiono, di halaman parkir Cafe & Pub Handsman, Jalan Dr. Wahidin, pada Minggu (24/5/2026) dini hari sekira pukul 01.50 WIB.
Seorang saksi mata Gondrong (45), warga Kampung Malang Tengah, menyebut penganiayaan terjadi setelah MOT terlibat cekcok dengan seorang warga keturunan Tionghoa usai pesta minuman keras di dalam kafe. Korban sipil sempat berlari keluar sambil berteriak minta tolong, sementara MOT mengejarnya dengan mobil Inova Reborn hingga ke Jalan Tamrin.
BACA JUGA:
- Terekam CCTV , Motor Yamaha Fazio Pengunjung Warkop Digondol Maling di Pakal Surabaya
- Ayah Tiri di Surabaya Cabuli Anak Kembar hingga Salah Satu Korban Hamil 6 Bulan
- Pemuda di Kos Semampir Ditangkap, Polrestabes Surabaya Sita 76 Paket Sabu Siap Edar
- Perampokan Toko Emas di Wonokromo, 3 Orang Jadi Korban
Di sana, MOT dihadang aparat Polsek Tegalsari dan Kogartap III. Saat upaya meredam, MOT justru melawan dan memukul Iptu Agus Mujiono hingga pingsan.
Korban kemudian dilarikan ke RS William Booth Surabaya untuk perawatan intensif. Kasi Humas Polrestabes Surabaya, AKP Hadi Ismanto, membenarkan kejadian tersebut.
"Benar adanya aksi pemukulan kepada Kanit Samapta Polsek Tegalsari, sehingga harus dilakukan perawatan intensif. Selanjutnya akan kami infokan, ini masih masa penyelidikan," katanya saat dikonfirmasi, Senin (25/5/2026).
Mengetahui rekannya dipukul, aparat Kogartap III melakukan tindakan tegas dengan melumpuhkan MOT. Kepala Bagian Penerangan AAL, Letkol Arif K. Yuliar, membenarkan bahwa MOT adalah Mayor Laut Marthen Otti Takege, anggota yang bertugas di bagian keuangan sejak Desember 2025.
"Benar bahwa yang bersangkutan adalah anggota AAL, dan sebelumnya dinas di Arhanur Juanda. Kemudian pindah ke AAL pada Desember 2025," tuturnya.
Arif menegaskan, kasus ini kini ditangani Provos AAL.
"Kami selaku TNI AL mengucapkan permintaan maaf kepada masyarakat. Dan kini oknum anggota telah ditangani oleh Provost AAL. Gubernur AAL akan bertindak tegas dan memproses secara hukum yang berlaku," ucapnya. (rus)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




