Pengamat Sebut Duet Bagus-Syadid Pimpin PKS Jatim Bisa Lebih Fokus Besarkan Partai

Pengamat Sebut Duet Bagus-Syadid Pimpin PKS Jatim Bisa Lebih Fokus Besarkan Partai Ketua DPW PKS Jatim, Bagus Prasetia Lelana (kiri) dan Sekretaris DPW PKS Jatim, Muhammad Syadid. Foto: Diday Rosadi.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Pengamat politik Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdus Salam, menilai duet Bagus Prasetia Lelana sebagai Ketua PKS Jatim periode 2025-2030 bersama Muhammad Syadid sebagai Skretaris memiliki potensi besar dalam membesarkan partai.

Hal ini lantaran keduanya bukan merupakan anggota legislatif (aleg), sehingga bisa lebih fokus dalam membesarkan partai. Kondisi ini berbeda dengan periode-periode sebelumnya yang diisi anggota legislatif. Padahal, di partai lain ketua dan sekretaris tingkat provinsi dijabat aleg, bahkan kepala daerah atau wakil kepala daerah.

“Ketua dan Sekretaris DPW atau DPD tidak harus aleg atau eksekutif. Terpenting mereka bisa melayani dan membersamai kader agar menjadi energi besar untuk membesarkan partai,” kata Surokim, Selasa (10/3/2026).

Wakil Rektor III UTM ini menilai ada keuntungan karena partai tidak dipimpin oleh pejabat publik. Sebab, waktu dan pikiran akan lebih fokus untuk menggerakkan roda organisasi partai.

Ia melanjutkan, bila pucuk pimpinan partai merangkap jabatan di eksekutif atau legislatif, secara otomatis perhatiannya akan terbagi dengan tanggung jawab di luar kepartaian. Tentu bakal memperlambat jalannya partai.

"Saya kira tanpa beban di luar partai, duet Bagus - Syadid bisa lebih progresif, adaptif, dan responsif,” ujar Rokim.

Peneliti senior Surabaya Survey Center (SSC) ini mengingatkan, relevansi selalu menjadi kata kunci dalam posisi pimpinan partai. Di zaman yang serba cepat ini, pemimpin harus punya visi yang kuat sebagai arah kebijakan partai.

Surokim menambahkan ada nilai plus lain dari duet Bagus - Syadid. Keduanya dari ceruk berbeda yang bisa saling melengkapi. Baik dari rentang usia, mau pun asal domisili. Satunya berasal dari Tulungagung yang mewakili ceruk Matraman, lainnya berasal dari Lumajang yang mewakili ceruk Tapal Kuda.

“Variabel-variabel tersebut bisa menjadi nilai plus karena bisa menjadi nilai tambah basis demografi sosiologis dan juga psikologis rasional. Terpenting lagi, keduanya harus mempertahankan PKS sebagai partai terbuka,” pungkas alumni santri Darul Ulum, Langitan, Tuban ini. (mdr/msn)