Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Dr Mochammad Irfan Yusuf (Gus Irfan) ketika melakukan inspeksi mendadak (sidak) peserta Diklat Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur, Rabu (14/1/2026). Foto" Kemenhaj RI
JAKARTA, BANGSAONLINE.com – Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Dr Mochammad Irfan Yusuf (Gus Irfan) melakukan inspeksi mendadak (sidak) sekaligus memimpin apel pagi Diklat Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur, Rabu (14/1/2026).
Dalam sambutannya, Gus Irfan – panggilan akrab Menhaj – menegaskan bahwa para PPIH adalah ujung tombak pelayanan haji 2006. Karena itu mereka harus disiplin dan total melayani jemaah haji.
“Petugas haji harus sigap, ramah, dan selalu berada di pos saat dibutuhkan. Kedisiplinan menjadi kunci utama. Indeks kepuasan jemaah harus meningkat dibanding tahun sebelumnya. Tidak ada ruang untuk kelalaian,” tegas Gus Irfan.
Menurut Gus Irfan, tugas yang diemban PPIH bukan tugas administratif biasa. Ini tugas pelayanan mulia yang menyangkut kehormatan negara dan kelancaran ibadah jemaah.
”Saya meminta seluruh peserta menjaga kesehatan, memperkuat kekompakan, dan meluruskan niat. Petugas hadir untuk melayani, bukan untuk dilayani. Kinerja akan saya pantau secara berkala. Dedikasi akan diapresiasi. Kelalaian akan ditindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Gus Irfan sembari mengatakan bahwa dirinya adalah orang yang bertanggungjawab terhadap semua kegiatan penyelenggaraan haji.
Gus Irfan juga mengingatkan agar para PPIH bersyukur karena telah mendapat kesempatan untuk melayani para jemaah haji. Orang yang bersyukur, tegas Gus Irfan, niscaya akan mendapat tambahan nikmat dari Allah SWT.
“Lainsyakartum laazidannakum, wainkafartum inna adzabi lasyadid,” tegas Menhaj Gus Irfan mengutip ayat Al Quran.
Cara bersyukur bagaimana? Tentu dengan cara melaksanakan tugas secara professional dan bertanggungjawab. Terutama disiplin, sabar dan ramah dalam melayani jemaah haji.






