Lia Istifhama, Anggota DPD RI.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, M.E.I., memberikan apresiasi tinggi terhadap program percepatan revitalisasi fasilitas pendidikan yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto.
Kebijakan memperbaiki infrastruktur sekolah dan sanitasi dinilai sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia secara merata.
Data menunjukkan bahwa pemerintah melalui Kementerian Transmigrasi tengah membangun 454 unit toilet dan sarana air bersih (SAB), serta merevitalisasi 478 sekolah di kawasan transmigrasi yang tersebar di 27 provinsi.
Senator yang akrab disapa Ning Lia ini menegaskan bahwa lingkungan belajar yang sehat merupakan syarat mutlak bagi proses pendidikan yang berkualitas.
“Pendidikan yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh kurikulum dan guru, tetapi juga oleh lingkungan belajar yang sehat, aman, dan manusiawi. Sanitasi yang layak dan ruang belajar yang baik adalah fondasi dasar bagi proses pendidikan yang bermartabat,” ujar Ning Lia, Senin (16/3/2026).
Keponakan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa ini menambahkan, persoalan sanitasi sekolah sering kali luput dari perhatian, padahal dampaknya sangat besar terhadap kesehatan dan kenyamanan belajar siswa.
Menurutnya, sekolah yang bersih akan secara otomatis membentuk budaya hidup sehat dan disiplin pada anak sejak dini.
“Sekolah yang bersih dan layak akan membentuk karakter siswa sejak dini. Anak-anak akan belajar tentang disiplin, kesehatan, dan penghargaan terhadap lingkungan,” jelasnya.
Namun, Ning Lia menekankan bahwa perbaikan fisik bangunan hanyalah langkah awal. Ia mengusulkan agar revitalisasi sekolah diintegrasikan dengan penguatan ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap potensi ekonomi lokal di kawasan transmigrasi.
Ia berharap sekolah-sekolah di wilayah tersebut dilengkapi dengan:
- Literasi Digital: Guna memangkas kesenjangan akses informasi.
- Laboratorium Keterampilan: Disesuaikan dengan potensi daerah, seperti pertanian, perikanan, atau ekonomi kreatif.
- Kurikulum Relevan: Menghubungkan pendidikan dengan kebutuhan pembangunan daerah.
“Revitalisasi sekolah seharusnya tidak hanya memperbaiki bangunan, tetapi juga membangun ekosistem pendidikan yang adaptif. Sekolah di kawasan transmigrasi harus menjadi pusat pengembangan masyarakat melalui kolaborasi lintas sektor,” pungkasnya.




















