SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) sukses menggelar Sekolah Legislasi tingkat Provinsi Jawa Timur. Diikuti oleh sekitar 100 peserta dari berbagai perguruan tinggi se-Jatim, agenda ini dirancang menjadi kawah candradimuka bagi generasi muda untuk mendalami sistem demokrasi Indonesia.
Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Rektor III Umsida Dr. Nurdyansyah, Sekda Kabupaten Sidoarjo Fenny Apridawati, Asisten Pemerintahan dan Kesra Ainun Amalia, serta Ketua Umum DPM Umsida Bagus Anggara.
BACA JUGA:
- Senator Lia: Pemadaman Listrik Bergilir Bisa Dimaklumi, Asal Informasi Disampaikan dengan Jelas
- Lia Istifhama Apresiasi Kolaborasi Lintas Kementerian dalam Pengawasan dan Pelayanan Haji 2026
- Padatnya Jalur Mina, Ning Lia DPD RI Bagikan Tips Aman Jika Terpisah dari Rombongan Haji
- Jelang Armuzna, Lia Istifhama Apresiasi Kekompakan dan Fasilitas Kemenhaj
Hadir pula deretan narasumber, meliputi Anggota DPD RI Lia Istifhama, Anggota DPRD Pasuruan Adinda Denisa, perwakilan Badan Anggaran Sidoarjo Zakaria Dimas, Komisioner KPU Sidoarjo Mokhammad Yasin, dan Dosen Umsida Rifai Ridlho.
Saat mengisi stadium general, anggota DPD RI Lia Istifhama yang akrab disapa Ning Lia menyoroti besarnya peluang Gen Z di panggung politik era modern. Kemunculan profesi non-konvensional seperti influencer, menurutnya, membuktikan bahwa kanal untuk memengaruhi opini publik kini jauh lebih dinamis.
“Semua orang pada dasarnya bisa menjadi politisi dalam negara demokrasi. Yang terpenting adalah bagaimana membangun kapasitas kepemimpinan, integritas, serta kepekaan terhadap aspirasi masyarakat,” ujar Ning Lia.
Namun, keponakan mantan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa ini memberikan catatan kritis. Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak sekadar mengejar popularitas instan atau terjebak dalam riak emosional di ruang digital.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




