Jemaah umrah di Arab Saudi saat persiapan pulang ke Indonesia. Foto: Dok. Kemenhaj RI.
JEDDAH, BANGSAONLINE.com – Staf Teknis Haji dari Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah, M. Ilham Effendy, menginformasikan bahwa dalam tiga hari (10-12 Maret 2026) sebanyak 3.441 jemaah umrah dipantau dalam proses kepulangan melalui Bandara Jeddah dan Madinah.
Sehingga per 12 Maret 2026 tercatat 24.022 jemaah umrah Indonesia telah kembali ke Indonesia.
BACA JUGA:
- Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Timwas Haji DPR: 5000 Jamaah Haji Reguler Tempati Hotel Bintang 5
- Seluruh Jemaah Haji Indonesia Tinggalkan Mina, Fase Puncak Haji 1447 H Berakhir
- Hari Tasyrik Ketiga, Jemaah Haji Nafar Tsani Mulai Bergerak dari Mina ke Makkah
- Mobile Crisis Rescue dan 19 Armada Mobil Golf Perkuat Pelindungan Jemaah Haji Selama di Mina
“Petugas terus melakukan pengawasan lapangan serta berkoordinasi dengan pihak maskapai dan penyelenggara perjalanan ibadah umrah untuk memastikan setiap kendala yang dialami jemaah dapat segera ditangani,” ujarnya di Jeddah, Kamis (12/3/2026).
Dalam proses pengawasan tersebut, lanjut Ilham, petugas juga menemukan beberapa kendala perjalanan yang dialami oleh sebagian jemaah, antara lain penyesuaian jadwal kepulangan akibat pembatalan penerbangan oleh maskapai. Namun melalui koordinasi antara petugas, maskapai, serta biro perjalanan, para jemaah yang terdampak tetap dapat melanjutkan perjalanan kembali ke Indonesia dengan aman.
Ilham menjelaskan bahwa Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melalui KUH Jeddah terus melakukan pemantauan dan koordinasi secara intensif guna memastikan seluruh jemaah umrah Indonesia dapat kembali ke Tanah Air dengan lancar.
“Alhamdulillah, melalui berbagai upaya koordinasi yang dilakukan bersama maskapai, otoritas bandara, serta penyelenggara perjalanan ibadah umrah, para jemaah yang sebelumnya mengalami keterlambatan akhirnya dapat dipulangkan dengan aman,” jelas Ilham.
Pemerintah melalui Kemenhaj berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan serta pendampingan terhadap proses kepulangan jemaah umrah Indonesia dari Arab Saudi. Langkah ini dilakukan guna memastikan seluruh jemaah mendapatkan pelayanan yang optimal serta dapat kembali ke Tanah Air dengan aman, tertib, dan nyaman. (msn)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




