Ribuan warga NU yang mengamini doa Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim di Masjid Kampus Universiyas KH Abdul Chalim Pacet Mojokerto Jawa Timur, Ahad (15/3/2026). Foto: bangsaonline
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com – Hujan lebat mengguyur Mojokerto. Tapi warga NU dari Kecamatan Puri, Jatirejo dan Suko tetap berduyun-duyun datang ke masjid kampus Universitas KH Abdul Chalim Pacet Mojokerto, Minggu (15/2026). Mereka menghadiri undangan Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto Jawa Timur.
“Mereka senang kalau diundang Abah Yai karena selain berharap barakah Abah Yai juga mereka dapat beras dan uang transport Rp 100 ribu,” ujar seorang koordinator relawan Gus Bara dan Gus Habib. Gus Bara kini jadi bupati Mojokerto, sedangkan Gus Habib jadi anggota DPR RI.
BACA JUGA:
- Jarang Orang Kaya Dermawan, Ketua PWNU DKI Jakarta: Jadilah Orang seperti Kiai Asep
- Dahlan Iskan Pernah Tak Naik Kelas karena Sibuk Manggung Ikut Orkes
- Keren! Bahas Financial Freedom, Dahlan Iskan Tampil Energik di Depan Santri MBI Amanatul Ummah
- Goes To Campus UAC, Gubernur Lemhanas: Dari Rahim Pesantren Lahir Indonesia
Dalam kondisi ekonomi yang lesu uang Rp 100 ribu bagi mereka sangat berarti. Apalagi plus beras 3 kg. Karena itu Kiai Asep tiap bulan suci Ramadan rutin mengundang warga dari 18 kecamatan di Mojokerto.
“Ada 27 ribu orang yang kami undang. Kalau ditotal dengan para kiai dan tokoh masyarakat serta aparat keamanan – TNI dan polisi – sekitar 40 ribu orang,” kata - Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA kepada BANGSAONLINE, Minggu (15/3/2026) malam.

Kiai Asep sendiri tiba di masjid kampus UAC sekitar pukul 17.00 WIB. Kiai Asep langsung memimpin istighatsah. Ia secara lantang bahwa doa itu selain untuk Gus Bara juga untuk kemenangan Iran dalam perang melawan Amerika dan Israel.
"Doa menjelang maghrib, menjelang buka puasa, sangat istijabah," ujar kiai miliarder tapi dermawan itu di depan ribuan warga yang duduk lesehan memenuhi masjid kampus UAC.
Kiai Asep didampingi Syaikh Ahmad Muhammad Mabruk asal Mesir. Dalam acara itu hadir Ketua Nasdem Mojokerto Suwandi Firdaus, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto Khoirul Amin dan yang lain.
"Kita berdoa agar di atas bumi ini tidak ada lagi imperealisme atau penjajahan. Sebab penjajahan tidak sesuai dengan UUD 45 dan Pancasila," tegas putra pahlawan nasional KH Abdul Chalim itu.
Menurut Kiai Asep, perang Iran melawan Amerika dan Israel adalah bentuk penjajahan Amerika dan Israel terhadap Iran. Sebab Iran adalah negara berdaulat dan sah.
Kiai Asep menilai, jika Amerika dan Israel menang, maka Amerika dan Israel akan semakin bernafsu untuk menjajah dan mencaplok negara-negara lain dengan seenaknya. Bahkan Israel akan segera mengumumkan Israel Raya untuk menguasai negara-negara Arab yang mayoritas beragama Islam.
"Karena itu kita doakan semoga Donald Trump dan Benjamin Netanyahu segera diadzab dan dilenyapkan oleh Allah SWT," harap Kiai Asep yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu). Ribuan warga NU langsung menyambut dengan amin.... secara bergemuruh.
Kiai Asep tidak hanya memimpin doa di depan ribuan warga NU yang hadir di Masjid Kampus UAC. Tapi juga memimpin istighatsah dalam acara Partai Amanat Nasional (PAN) Mojokerto di Gedung Serbaguna UAC. Ia para pengurus PAN berdoa untuk semua orang dzalim, termasuk Donald Trump dan Benyamin Netanyahu.
“Agar segera mendapat adzab dari Allah SWT,” ujar Kiai Asep yang diamini secara bergemuruh oleh para pengurus PAN.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




