Ribuan warga NU yang mengamini doa Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim di Masjid Kampus Universiyas KH Abdul Chalim Pacet Mojokerto Jawa Timur, Ahad (15/3/2026). Foto: bangsaonline

Dalam acara itu hadir Ketua PAN Kabupaten Mojokerto Dr Afif Zamroni (Gus Afif), calon anggota DPR RI dari PAN. Hadir juga Ketua Harian PAN Jatim Dr Achmad Rubaie, Wakil Ketua PAN Jatim Muhammad Fachruddin dan pengurus lainnya.
Kiai Asep mengajak para relawan Gus Afif yang datang dari Madiun dan Nganjuk itu untuk meluruskan niat. Menurut Kiai Asep, aktif dalam politik tidak boleh hanya mengejar jabatan atau keuasaan. Tapi untuk berjuang memajukan Indonesia sehingga tercipta masyarakat adil dan makmur.
Kiai Asep kemudian pamit. Ketua Umum Jaringan Kiai Santri Nasional itu kemudian menuju acara Partai Persatuan Pembangunan. Acara silaturahim PPP idengan Kiai Asep u dihadiri Ketua PPP Mojokerto H Arif Wijanarko dan Bupati Mojokerto Dr Muhammad Al Barra (Gus Bara).
Acara PPP itu juga berlangsung di Gedung Serbaguna UAC. Dihadiri sekitar 600 orang. Kiai Asep kembali menggelorakan doa untuk kekalahan Donald Trump dan Benjamin Netanyahu.

Menurut Kiai Asep, Trump dan Netanyahu bukan hanya melanggar kedaulatan negara Iran tapi juga merendahkan nilai-nilai kemanusiaan secara universal. “Karena itu mari kita berdoa agar kesewenang-wenangan Trump dan Netanyahu dihentikan oleh Allah SWT,” kata Kiai Asep. Pengurus dan warga PPP langsung mengucapkan amin secara serentak.
Kiai Asep menilai PPP sebenarnya bisa menjadi bagian dari representasi umat Islam karena merupakan partai Islam. “Tapi sayangnya alhaqqu bila nidzamin qod yaglibuhu al-bāthilu bin nidhōm). Kebenaran yang tidak terorganisasi bisa dikalahkan oleh kebathilan yang terorganisasi,” kata Kiai Asep.
Pernyataan Kiai Asep ini merujuk pada perpecahan PPP yang terjadi sekarang. Bahkan Ketua PPP Jatim Munjidah Wahab dipecat oleh Ketua Umum PPP Mardiono.
Usai memberikan taushiyah dan mimpin doa di PPP Kiai Asep kembali meluncur ke kampus UAC. Di masjid kampus yang banyak memberikan beasiswa itu ribuan orang sudah menunggu Kiai Asep. Ini memang acara pemberian sedekah dan zakat gelombang kedua. Warga yang datang berasal dari Kecamatan Jatirejo dan Suko.
Kiai Asep kembali memimpin doa untuk untuk kemenangan Iran.Otomatis – tentunya – untuk kekalahan Amerika dan Israel.
“Plong setelah saya berdoa untuk Iran. Dengan demikian kita sudah tidak lagi menanggung dosa,” ujar Kiai Asep.
Sepulang dari masjid kampus UAC Kiai Asep tidak langsung istirahat. “Jam 12 malam masih ada rombongan tamu dari para habaib. Saya sudah ngantuk sekali,” ujar kiai yang pada bulan suci Ramadan mengeluarkan sedekah dan zakat antara Rp 6 miliar hingga 8 miliar.
Namun, meski terkantuk-kantuk Kiai Asep tetap melayani para tamunya dengan penuh keramahan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




