Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak saat memberi keterangan
JEDDAH, BANGSAONLINE.com - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia meminta pemerintah daerah tidak menggelar acara penyambutan yang terlalu panjang saat jemaah haji tiba di debarkasi.
Imbauan tersebut disampaikan agar jemaah dapat segera beristirahat setelah menempuh perjalanan panjang dari Arab Saudi menuju Tanah Air.
BACA JUGA:
- Pesawat Alami Kendala Teknis, Kemenhaj Pastikan Jemaah Haji Kloter KJT-04 Pulang dengan Aman
- Puluhan Ribu Jemaah Haji Indonesia Dipulangkan, Kemenhaj Ingatkan Larangan Bawa Zamzam di Koper
- Jemaah Haji asal Bangkalan Gelar Tasyakuran di Makkah, Bersyukur Usai Selesaikan Rangkaian Ibadah
- Kemenhaj: Jumlah Jemaah Haji Sakit 2026 Turun Jadi 210 Orang
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan kondisi fisik jemaah perlu menjadi perhatian utama saat proses pemulangan berlangsung.
Menurutnya, jemaah haji membutuhkan waktu untuk memulihkan tenaga dan berkumpul kembali bersama keluarga.
"Jemaah haji kita itu sudah cukup letih, sudah cukup capek agar kemudian bisa dipercepat untuk kembali ke kediamannya masing-masing," kata Dahnil saat ditemui Tim Media Center Haji (MCH) di Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah, Rabu (03/06/2026).
Dahnil menjelaskan Kemenhaj telah berkoordinasi dengan pihak bandara dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan guna mempercepat proses kedatangan jemaah di Indonesia.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah penerapan teknologi face recognition di sejumlah bandara debarkasi.
Dengan sistem tersebut, jemaah tidak perlu lagi menjalani pemeriksaan paspor secara manual saat tiba di Indonesia.
"Jadi di gate itu langsung dikenali wajahnya, tidak ada pemeriksaan-pemeriksaan lagi, langsung menuju bus dan bisa langsung kembali ke debarkasi di asrama haji," kata Dahnil.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




