Kiai Asep Cukup Persiapan Dua Bulan, Jika PP Amanatul Ummah Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Muktamar NU

MAKKAH, BANGSAONLINE.com - Pendiri sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Mojokerto dan Surabaya, Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, MA, mengaku siap jika ditunjuk menjadi tuan rumah Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU).

Putra pendiri NU dan pahlawan nasional KH. Abdul Chalim tersebut mengatakan, cukup dua bulan untuk mempersiapkan semua fasilitas hingga akomodasi untuk menampung para kiai dan peserta muktamar serta tamu undangan.

“Seandainya saya ditunjuk menjadi tuan rumah muktamar, dalam waktu dua bulan saya bisa persiapkan semuanya,” kata Kiai Asep Saifuddin Chalim kepada Mohammad Sulthon Neagara, wartawan BANGSAONLINE yang menemuinya di sebuah hotel di Makkah, Sabtu (23/5/2026) waktu Arab Saudi.

Kiai Asep menyampaikan kesiapan itu lantaran keinginannya untuk berkhidmat kepada NU. Kiai Asep selain putra pendiri NU KH Abdul Chalim juga pernah menjadi Ketua PCNU Kota Surabaya.

Kiai Asep menuturkan, tujuan didirikan NU, utamanya ada dua, yakni untuk mengawal Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja), dan untuk kemerdekaan Indonesia. Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) itu menegaskan bahwa pengembangan atau perluasan Aswaja dan perjuangan kemerdekaan Indonesia harus berkelanjutan, demi mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan makmur, sesuai cita-cita luhur kemerdekaan.

Kiai Asep menjabarkan bahwa terdapat empat pilar atau penopang untuk mewujudkan cita-cita luhur kemerdekaan di zaman sekarang.

Pertama, negara harus ditopang oleh ulama dan ilmuwan besar yang bisa memberikan bimbingan kepada masyarakat dan referensi kepada para birokrat.

Kedua, negara harus ditopang oleh para pemimin yang adil. Menurut Kiai Asep, jika negara ditopang oleh para pemimpin adil yang orientasinya untuk kepentingan rakyat, maka Indonesia akan maju dan sejahtera.

Ketiga, negara harus ditopang oleh para konglomerat. Menurut Kiai Asep, para konglomerat itu harus terus berkontribusi dalam terwujudnya kesejahteraan bangsa.

Keempat atau terakhir, negara harus ditopang oleh kelompok professional.  

"Sosok profesional yang berkualitas dan bertanggung jawab," ujar kiai yang gemar bersedekah itu..

Menurut Kiai Asep, sekarang NU harus melahirkan empat pilar atau penopang itu.

“Di era sekarang, yang diperjuangkan Nahdlatul Ulama harus melahirkan empat pilar itu dalam berbagai hal kegiatan baik di pesantren, baik di lembaga pendidikan formal untuk mekukan orientasi itu sebagai bentuk kelanjutan kemerdekaan,” ungkap Kiai Asep yang pada 2025 mendapat anugrah Bintang Mahaputra Nararya dari Presiden Republik Indonesia.

“Maka saya senang sekali andaikan harus berkontribusi Amanatul Ummah ditempati sebagai tempat muktamar,” imbuh kiai miliarder tapi dermawan itu.

Seperti diberitakan BANGSAONLINE, Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA mengaku siap menjadi tuan rumah Muktamar ke-35 NU yang akan berlangsung pada 1 - 5 Agustus 2026. Kesiapan Kiai Asep itu juga telah disampaikan secara resmi kepada Panitia Muktamar ke-35 NU lewat surat bernomor 029/PPAU/V/1/2026, Kamis 21 Mei 2026.

Dalam surat itu Kiai Asep menjelaskan tentang berbagai fasilitas infrastruktur yang ada di Amanatul Ummah. Diantaranya tiga masjid, masing-masing tiga lantai, istana VIP untuk para kiai dan tamu kehormatan, disamping student centre berkapasitas 4.000 orang. Tentu juga ada apartemen, gedung asrama mahasiswa dan mahasiswi, guest house dan gedung asrama santri serta perkuliahan.

Bahkan Kiai Asep siap menanggung konsumsi para alim ulama dan peserta muktamar atau para muktamirin.

“Saya siap menanggung semua konsumsi para kiai dan muktamirin. Saya akan sembelihkan puluhan sapi,” tegas kiai miliarder tapi dermawan itu kepada BANGSAONLINE, Jumat (22/5/2026) pagi.

Kiai Asep sekarang memang sedang berada di tanah suci, sebagai Amirulhaj. Ia berangkat ke tanah suci bersama Menteri Haji dan Umrah Dr Muchammad Irfan Yusuf (Gus Irfan) dan Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat A. Muhaimin Iskandar (Cak Imin) serta Wakil Menteri Agama Romo Syafii dan para pejabat lainnya. Kiai Asep yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) itu bertolak dari VIP Bandara Soekarno-Hatta Tangerang Banten, Selasa (19/5/2026) lalu (MSN).


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: