Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, MA. Foto: M. Sulthon Neagara/bangsaonline
MAKKAH, BANGSAONLINE.com - Pendiri sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Mojokerto dan Surabaya, Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, MA, mengaku siap jika ditunjuk menjadi tuan rumah Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU).
Putra pendiri NU dan pahlawan nasional KH. Abdul Chalim tersebut mengatakan, cukup dua bulan untuk mempersiapkan semua fasilitas hingga akomodasi untuk menampung para kiai dan peserta muktamar serta tamu undangan.
BACA JUGA:
- Ingin Doa Kita Terkabul dan Banyak Rezeki? Berdoalah pada Jumat, Ini Teks Doanya
- Luar Biasa! 318 Santri Amantul Ummah Lolos UTBK-SNBT, Banyak yang Hafal Quran
- Amirulhaj Prof Kiai Asep: Wukuf di Arafah Waktu Mustajab, Malaikat juga Ikut Mintakan Ampunan
- Amanatul Ummah Terima Sapi Kurban Presiden, Wapres, Gubernur, Wagub, Sekda, PAN, BPN, & Wali Santri
“Seandainya saya ditunjuk menjadi tuan rumah muktamar, dalam waktu dua bulan saya bisa persiapkan semuanya,” kata Kiai Asep Saifuddin Chalim kepada Mohammad Sulthon Neagara, wartawan BANGSAONLINE yang menemuinya di sebuah hotel di Makkah, Sabtu (23/5/2026) waktu Arab Saudi.
Kiai Asep menyampaikan kesiapan itu lantaran keinginannya untuk berkhidmat kepada NU. Kiai Asep selain putra pendiri NU KH Abdul Chalim juga pernah menjadi Ketua PCNU Kota Surabaya.
Kiai Asep menuturkan, tujuan didirikan NU, utamanya ada dua, yakni untuk mengawal Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja), dan untuk kemerdekaan Indonesia. Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) itu menegaskan bahwa pengembangan atau perluasan Aswaja dan perjuangan kemerdekaan Indonesia harus berkelanjutan, demi mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan makmur, sesuai cita-cita luhur kemerdekaan.
Kiai Asep menjabarkan bahwa terdapat empat pilar atau penopang untuk mewujudkan cita-cita luhur kemerdekaan di zaman sekarang.
Pertama, negara harus ditopang oleh ulama dan ilmuwan besar yang bisa memberikan bimbingan kepada masyarakat dan referensi kepada para birokrat.
Kedua, negara harus ditopang oleh para pemimin yang adil. Menurut Kiai Asep, jika negara ditopang oleh para pemimpin adil yang orientasinya untuk kepentingan rakyat, maka Indonesia akan maju dan sejahtera.
Ketiga, negara harus ditopang oleh para konglomerat. Menurut Kiai Asep, para konglomerat itu harus terus berkontribusi dalam terwujudnya kesejahteraan bangsa.
Keempat atau terakhir, negara harus ditopang oleh kelompok professional.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




