Dahlan Iskan dan Najwa, salah seorang santri Madrasah Bertaraf Internasional (MBI) Pondok Pesantrern Amanatul Ummah dalam acara Inspirasi Nasional di Masjid Raya KH Abdul Chalim Pacet Mojokerto Jawa Timur, Selasa (12/5/2026). Foto: MMA/bangsaonline.com
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Madrasah Bertaraf Internasional (MBI) Pondok Pesantren Amanatul Ummah menggelar acara kreatif sekaligus inovatif di Masjid Raya KH Abdul Chalim Pacet Mojokerto Jawa Timur, Selasa (12/5/2026).
Acara bertajuk Inspirasi Nasional itu menghadirkan tokoh inspiratif Dahlan Iskan. Tampil energik dan cekatan, Dahlan Iskan menghebohkan santri MBI yang duduk lesehan di lantai Masjid Raya KH Abdul Chalim yang luas dan terdiri dari dua lantai itu.
BACA JUGA:
- Spektakuler! PP Amanatul Ummah Wisuda 565 Penghafal Quran, 128 Santri Hafal 30 Juz
- Apresiasi Kerja Keras Menhaj, Kiai Asep Minta Jemaah Tak Paksakan Diri Ibadah di Masjid Haram-Nabawi
- Ingin Doa Kita Terkabul dan Banyak Rezeki? Berdoalah pada Jumat, Ini Teks Doanya
- Tak Confidence karena Tak Bisa Bahasa Inggris, Dahlan Iskan Kirim Anak sejak Kecil ke Amerika
Tokoh pers yang sukses membangun imperium media di berbagai daerah itu sangat piawai memotivasi para santri. Penampilannya yang atraktif membuat acara Insprirasi Indonesia yang digelar MBI itu hidup. Apalagi Dahlan Iskan pakai metode interaktif. Tidak monolog.
Semula Dahlan Iskan duduk di kursi didampingi Gus Ilyas, putra nomor 5 Prof Dr KH Asep Asep Saifudddin Chalim, MA, pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah. Gus Ilyas inilah yang sekarang mengkoordinasi MBI bersama para ustadz dan ustadzah. Diantaranya Ustadz Miftahul Huda, Ustadz Fajar, Ustadz Manshur, Ustadz Eko David, dan ustadz serta ustadzah lainnya.
Dahlan Iskan bangkit dari tempat duduknya ketika MC menyebut namanya. Tokoh inspiratif itu menuju ke depan para santri dan ustadz serta ustadzah yang duduk lesehan di lantai masjid.
“Siapa yang biasa nabung,” tanya Dahlan Iskan yang pernah menjabat menteri BUMN RI sambil melangkahkan kakinya.
Para santri putri langsung heboh. Mereka mengacungkan tangan sambil berteriak ramai. Begitu juga santri putra. Mereka ramai berteriak sambil mengacungkan tangan.

Gus Ilyas memberikan cindera mata kepada Dahlan Iskan. Foto: MMA/bangsaonnline.com.
Ternyata banyak sekali santri Amanatul Ummah yang gemar menabung. Mereka menyisihkan uang kiriman dari orang tuanya tiap bulan. Jadi, uang kiriman dari orang tuanya tak dihabiskan hanya untuk jajan. Tapi juga ditabung.
Mantan Direktur Utama PLN itu lalu memanggil 6 santri ke depan. Tiga santri putra dan tiga santri putri.
Meski mengaku sudah tua tapi Dahlan Iskan aktif mengikuti postingan anak-anak muda di instagram atau media sosial lainnya.
Salah satunya, ia mengaku tertarik dengan unggahan mereka tentang financial freedom. Yaitu tentang kecederungan seseorang memiliki aset atau pendapatan pasif (passive income) yang cukup untuk membiayai gaya hidup dan kebutuhan sehari-hari mereka tanpa harus bekerja aktif.
Financial freedom memang sedang ngetren di kalangan anak muda, termasuk para santri. Dahlan kemudian menanyakan satu per satu.
“Anda menabung dengan cara apa,” tanya Dahlan Iskan yang sangat produktif menulis hingga sekarang itu.
Jawaban santri beragam. Tentu jawaban terbanyak menabung di bank. Karena mereka mendapat kiriman dari orang tuanya lewat transfer bank. Namun ada jawaban santriwati yang membuat Dahlan Iskan terperangah. Namanya Latifah.
“Saya menabung dengan cara menitipkan uang saya kepada teman,” ujar Latifah.
Hah? Kok bisa? Alasannya, karena temannya amanah. Latifah sangat percaya terhadap temannya itu.

Dahlan Iskan dan Gus Ilyas serta Ustadz Huda dan ustadzah. Foto: MMA/bangsaonline.com.
Dahlan Iskan minta Latifah tidak menitipkan uangnya kepada temannya.
“Seharusnya tidak boleh. Kasihan teman anda,” ujar wartawan yang banyak menjelajah ke berbagai negara itu. Sebab, kalau suatu waktu uang itu hilang, menurut Dahlan, maka temannya yang akan kena beban.
“Kalau temannya kecurian, kasihan. Seharusnya temannya juga jangan mau (dititipi uang),” ujar Dahlan lagi. “Nanti jadi sumber fitnah. Taruh saja uangnya di koperasi atau bank,” tambah Dahlan Iskan yang di kalangan wartawan dipanggil Abah.
Dahlan Iskan kemudian menanyakan santri lainnya. Kali ini santri putra.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





