Selasa, 18 Februari 2020 14:21

Tradisi Menerbangkan Balon Udara di Jombang Saat Tujuh Hari Setelah Hari Raya

Jumat, 22 Juni 2018 16:25 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Rony Suhartomo
Tradisi Menerbangkan Balon Udara di Jombang Saat Tujuh Hari Setelah Hari Raya

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Warga Desa Ngumpul Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, memiliki tradisi sendiri dalam merayakan datangnya Hari Raya Ketupat. Mereka ramai-ramai menerbangkan balon udara raksasa guna memperingati hari raya ketujuh Idul Fitri 1439 H, Jumat (22/6/2018).

Sedari pagi buta, ratusan warga sudah keluar dari rumah masing-masing. Mereka lantas menuju ke musala dan masjid terdekat untuk menunaikan salat subuh berjamaah. Namun, setelah menjalankan ibadah, para warga ini tak langsung pulang. Mereka kemudian bersiap di halaman musala atau masjid setempat untuk melakukan tradisi turun temurun, yakni makan ketupat lebaran dan menerbangkan balon udara.

Ada berbagai macam ukuran balon udara yang sudah disiapkan, mulai 6 hingga memiliki tinggi mencapai 8 meter. Ratusan warga ini pun bahu mebahu menerbangkan balon udara buatan mereka sendiri. Warga pun membagi tugas masing-masing.

Setelah terisi penuh dengan asap, balon pun siap diterbangkan. Penerbangan balon ini menjadi hiburan tak hanya warga Desa Ngumpul, namun sejumlah warga dari desa lain pun mulai turut datang ke lokasi untuk menyaksikan tradisi unik ini.

“Tradisi ini sudah puluhan tahun. Awalnya itu lihat-lihat di Bandung, kelihatannya kok seru gitu. Terus anak-anak itu kepingin juga bagaimana menerbangkan balon itu,” kata Maksum, tokoh masyarakat setempat.

Menurutnya, pembuatan balon udara ini sudah dilakukan sejak beberapa waktu lalu. Bahkan ada sebagian warga yang menyiapkannya sejak masih puasa kemarin. Warga pun tak segan melakukan iuran untuk kebutuhan pembelian bahan pembuatan balon udara ini.

“Kita iuran. Satu RT berapa orang untuk biaya membeli bahan-bahannya. Balon itu tingginya 8 meter, beratnya itu hampir 19 Kilogram,” terangnya.

Namun sayang, ada salah satu balon yang gagal terbang karena diduga bocor akibat tersangkut atap musala. Balon sempat menimpa rumah warga, beruntung insiden tersebut tidak membuat warga sekitar celaka.

Sebenarnya, menerbangkan balon udara di hari raya ketupat ini sudah dilarang pihak kepolisian. Namun, ternyata warga pun bersikukuh melakukan tradisi ini. Karena kegiatan ini sudah rutin dilakukan. Warga pun menyayangkan adanya larangan tersebut. (ony/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 29 Januari 2020 22:31 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Mendengar kata Gunung Kelud, orang pasti membayangkan kedahsyatan letusannya. Sekali meletus, abu Gunung Kelud bisa menghentikan operasional beberapa bandara. Bahkan, bandara di Yogya pun harus berhenti beroperasi ketika Gu...
Senin, 17 Februari 2020 20:01 WIB
Oleh: M Mas’ud AdnanGus Sholah. Panggilan yang enak didengar. Sekaligus menyejukkan. Siapa pun yang pernah bertemu, berbincang – apalagi akrab. Pasti terkesan: santun, tawaddlu’, sederhana, egaliter dan moderat. Moderat sesungguhnya. Bukan ...
Senin, 10 Februari 2020 11:55 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*81. Waqul jaa-a alhaqqu wazahaqa albaathilu inna albaathila kaana zahuuqanDan katakanlah, “Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sungguh, yang batil itu pasti lenyap.TAFSIR AKTUALTidak sama an...
Rabu, 29 Januari 2020 10:58 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...