Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf atau yang akrab disapa Gus Irfan, saat memberi sambutan.
JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf atau yang akrab disapa Gus Irfan, menegaskan tidak ada lagi praktik kecurangan dalam penyelenggaraan haji mulai tahun ini.
"Di zaman saya memegang Kementerian Haji mulai tahun 2026 ini, tidak ada lagi orang yang bisa melompati orang lain," ujarnya saat silaturahmi bersama Ikatan Keluarga Pesantren Alumni Tebuireng (Ikapete) dan tokoh agama di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (16/1/2026).
Ia meminta masyarakat segera melapor jika menemukan adanya kecurangan, khususnya oknum yang berusaha melompati jatah calon jemaah lain yang telah lama mengantre.
"Kalau ada orang bisa melompati, laporkan kepada saya," tuturnya.
Menurut dia, pengawasan dilakukan ketat hingga ke seluruh Indonesia, termasuk kepada PIHK, Haji Plus, dan Haji Khusus.
"Tidak boleh ada pelompatan. Tidak boleh ada jemaah baru satu tahun daftar berangkat, tidak ada ceritanya," ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Gus Irfan juga mengumumkan kebijakan baru terkait masa tunggu haji. Cucu Hadratrussyaikh Hasyim Asy’ari tersebut menyeragamkan antrean haji di seluruh Indonesia menjadi 26,7 tahun.
"Hal lain adalah NTB tahun yang lalu itu masa tunggunya 38 tahun. Dengan hitungan saya yang baru ini, pada saat nanti ketemu titik di mana seluruh Indonesia masa tunggunya 26,7 tahun, sama semua," paparnya. (msn/mar)






