Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution saat bersilaturahmi dengan umat Hindu di Desa Pengalangan, Kecamatan Menganti. (Ist)
GRESIK, BANGSAONLINE.com – Kapolres Gresik, AKBP Ramadhan Nasution, bersilaturahmi ke Pura Kerta Bumi yang bertempat di Desa Pengalangan, Kecamatan Menganti, Selasa (10/3/2026).
Kunjungan menjelang perayaan dua hari raya, yakni Nyepi dan Idulfitri 1447 H itu menjadi ajang untuk memepererat hubungan kepolisian dengan umat Hindu, sekaligus menjaga kerukunan antarumat beragama.
Kapolres beserta rombongan diterima oleh Satiman, Ketua PHDI Desa Pengalangan sekaligus sesepuh Wongso Negoro yang juga Ketua Golkar Gresik, pengurus pura, pemangku, serta warga setempat.
Dalam sambutannya, Ramadhan Nasution mengapresiasi sikap toleransi dan kedewasaan masyarakat Pengalangan dalam menjaga kerukunan antarumat beragama.
Menurutnya, keberagaman yang ada di wilayah tersebut selama ini berjalan dengan baik, karena adanya saling pengertian dan komitmen bersama untuk menjaga keamanan.
“Saya yakin dan percaya warga Desa Pengalangan tidak akan terjadi gesekan, karena dari tahun ke tahun wilayah ini selalu kondusif. Kehadiran kami di sini juga sebagai bentuk silaturahmi sekaligus memastikan situasi tetap aman,” ungkap Ramadhan.
Ia juga menyampaikan pesan kamtibmas kepada seluruh tokoh masyarakat dan tokoh agama agar terus menjaga kerukunan, baik di internal umat beragama maupun antarumat beragama.
Ramadhan menambahkan bahwa pada 18 Maret mendatang umat Hindu di wilayah Menganti akan menggelar pawai ogoh-ogoh yang dijadwalkan mulai sekitar pukul 20.00 WIB. Ia berpesan, sinergi dan komunikasi antarumat beragama menjadi kunci utama agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan aman dan tertib.
“Mari kita bersama-sama menikmati keberagaman ini dengan saling menghormati keyakinan masing-masing. Kami berharap para tokoh masyarakat dapat terus menjaga situasi tetap aman dan kondusif, baik di Menganti maupun di Kabupaten Gresik secara keseluruhan,” pungkasnya.
Satiman menyampaikan bahwa pihaknya telah menggelar musyawarah bersama untuk membahas waktu pelaksanaan tradisi ogoh-ogoh menjelang Hari Raya Nyepi.
“Berdasarkan hasil musyawarah bersama, pawai ogoh-ogoh akan dilaksanakan setelah ibadah tarawih, agar tidak mengganggu aktivitas ibadah umat muslim,” kata Satiman.
Sementara itu, Wongso Negoro menyampaikan apresiasi atas kehadiran jajaran Polres Gresik yang terus menjalin komunikasi dan silaturahmi dengan masyarakat lintas agama.
Ia menegaskan bahwa selama ini kehidupan masyarakat di Desa Pengalangan berlangsung harmonis dan penuh toleransi antarumat beragama.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada jajaran Polres Gresik yang berkesempatan hadir di pura dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi. Selama ini tidak pernah ada permasalahan, karena masyarakat selalu saling menghormati dan berkolaborasi dengan umat muslim, tokoh masyarakat, serta tokoh agama dalam setiap kegiatan,” ungkapnya. (hud/msn)















