Senin, 24 Februari 2020 19:02

​Penggelapan Uang Nasabah Rp 2,7 Miliar di Bank Jatim Unit Keppo Pamekasan Mulai Terungkap

Jumat, 10 Januari 2020 21:10 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Yeyen
​Penggelapan Uang Nasabah Rp 2,7 Miliar di Bank Jatim Unit Keppo Pamekasan Mulai Terungkap
Petugas saat berada di Bank Jatim Unit Keppo Pamekasan.

PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Kasus penggelapan uang nasabah yang mencapai miliaran rupiah di Bank Jatim unit Keppo Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan oleh salah satu teller, sudah menunjukkan titik terang.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kasatreskrim Polres Pamekasan Iptu Andri Setya Putra. Pihaknya melakukan penangkapan terhadap tersangka inisial (A) dengan jenis kelamin perempuan warga Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan atas dasar laporan dari dua nasabah Bank Jatim unit Keppo Pamekasan ke SPKT.

Dasar laporan itulah pihaknya langsung melakukan penelusuran dan berhasil mengungkap kasus tersebut.

"Berkas perkaranya sudah masuk tahap satu, sudah kami kirim ke JPU. Sedangkan tersangka, sudah dilakukan penanganan di Rumah Tahanan Polres Pamekasan yang saat ini sudah dilimpahkan ke Lapas kelas II A Pamekasan," ujar Andri, Jumat (10/01)

Andri mengaku, proses pengungkapan kasus tersebut saat ini masih tetap berjalan, sembari menunggu P21. Ia mengungkapkan, uang nasabah yang digelapkan oleh tersangka mencapai sekitar Rp 2,7 miliar.

"Modusnya, tersangka menggunakan uang tersebut untuk pribadi, makanya kita kenakan pasal penggelapan dalam jabatan. Kalau terkait sumber dana yang digelapkan itu, yang jelas dari nasabah, dari uang yang disetor atau deposit," jelasnya.

Bahkan, Andri menyebut sudah mengantongi sejumlah barang bukti, di antaranya struk transaksi penarikan dan struk transaksi yang diserahkan tersangka kepada korban.

"Kejahatan ini berdasarkan pengakuan dari tersangka sudah berlangsung satu tahun. Kurang lebih penggelapan itu dimulai awal tahun 2018," paparnya.

Tersangka terancam Pasal 374 KUHP tentang penggelapan dalam jabatan dengan ancaman hukuman kurang lebih 5 tahun penjara.

Sebelumnya, kasus ini muncul pada bulan Juli 2019, setelah Dana Desa di Kecamatan Larangan dan Kecamatan Galis saat akan dicairkan ternyata sudah hangus. Bahkan, merembet ke dana beberapa nasabah yang sudah disetorkan juga hilang, sehingga kasus ini dilaporkan ke pihak kepolisian. (yen/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 21 Februari 2020 20:10 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Tuban mempunyai wisata edukasi baru berupa Taman Kelinci. Suasana Taman Kelinci yang terletak di tepi jalan Desa Mliwang, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban ini begitu adem, asri, dan sejuk, karena jauh dar...
Senin, 24 Februari 2020 14:06 WIB
Oleh : Firman Syah Ali*Pertama Kali saya berjumpa Habib Ahmad Bin Ismail Alaydrus pada tahun 2016 lalu di Majelis Ratib beliau di Kawasan Tapos Bogor. Waktu itu saya hadir Maulid Akbar diajak oleh kakak ipar beliau, Habib Usman Arsal Alhabsyi Jakarta...
Kamis, 20 Februari 2020 11:01 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*81. Waqul jaa-a alhaqqu wazahaqa albaathilu inna albaathila kaana zahuuqanDan katakanlah, “Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sungguh, yang batil itu pasti lenyap.TAFSIR AKTUALAyat kaji 80 ...
Rabu, 29 Januari 2020 10:58 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...