RS Karsa Husada Kota Batu.
KOTA BATU, BANGSAONLINE.com - Awal Januari 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu menerbitkan imbauan resmi terkait kewaspadaan terhadap varian Influenza A (H3N2) subclade K atau yang dikenal sebagai Super Flu.
Kabid P4B Dinkes Kota Batu, Susana Indahwati, menegaskan hingga kini belum ditemukan kasus Super Flu di Kota Agropoilitan.
“Masyarakat diminta tetap waspada karena kasus ini telah terdeteksi sebanyak 18 kasus di Jawa Timur dari total 62 kasus di Indonesia,” ujarnya, Selasa (27/1/2026).
Menurut dia, Super Flu memiliki gejala mirip flu musiman namun lebih berat dan muncul mendadak, seperti demam tinggi di atas 39°C, kelelahan ekstrem, nyeri otot dan sendi hebat, sakit kepala, sakit tenggorokan tajam, batuk kering, serta hidung tersumbat.
Kelompok rentan seperti balita, lansia, ibu hamil, dan penderita komorbid berisiko tinggi mengalami komplikasi serius, termasuk pneumonia.
Susana meminta masyarakat yang merasakan gejala tidak biasa, terutama sesak napas, segera berkonsultasi ke tenaga medis. Warga juga diminta tetap tenang, tidak terpengaruh hoaks, dan mengikuti informasi resmi dari Dinkes Kota Batu.
Sebagai penyakit yang bersifat self-limited disease, Super Flu dapat sembuh dengan sendirinya bergantung pada daya tahan tubuh.
Karena itu, peningkatan imunitas melalui konsumsi makanan bergizi, istirahat cukup, protokol kesehatan, pengelolaan stres, dan olahraga teratur sangat dianjurkan.
"Wisatawan juga diimbau menerapkan protokol kesehatan: menggunakan masker, menjaga jarak 1 meter, dan rajin mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer," kata Susana.
Sementara itu, RS Karsa Husada Kota Batu telah menyiapkan ruang isolasi khusus untuk penyakit infeksi seperti Super Flu. Humas RS Karsa Husada, Lingga Wisnu, memastikan kesiapan fasilitas tersebut.
"Belum ada pasien terinfeksi Super Flu di RS kami saat ini, tapi kami sudah siap sepenuhnya untuk respons cepat," ucapnya. (adi/mar)






