Dua Pemuda asal Pasuruan Jadi Korban Pengeroyokan Usai Nonton Sound Horeg di Jalan Nasional

Dua Pemuda asal Pasuruan Jadi Korban Pengeroyokan Usai Nonton Sound Horeg di Jalan Nasional

PASURUAN,BANGSAONLINE.com - Dua pemuda asal Kecamatan Purwosari menjadi korban pengeroyokan brutal oleh orang tak dikenal saat perjalanan pulang usai menonton sound horeg, Selasa (27/1/2026) dini hari.

Korban masing-masing berinisial Daniel (18) dan Firman (19), warga Dusun Pakem, Desa Martopuro. 

Peristiwa terjadi sekitar pukul 00.30 WIB di tepi Jalan Nasional Malang–Surabaya, wilayah Kelurahan Purwosari.

Saat kejadian, kedua korban berboncengan mengendarai sepeda motor Honda Vario bernomor polisi N 3715 TEY. Daniel mengemudikan motor, sementara Firman dibonceng di belakang.

Akibat pengeroyokan tersebut, Firman mengalami luka serius akibat sabetan senjata tajam di kaki kiri dan telapak tangan kiri. 

Sementara Daniel menderita luka lebam di bagian kepala dan tangan yang diduga akibat pukulan benda tumpul.

“Kedua pemuda itu warga kami. Mereka menjadi korban pengeroyokan saat perjalanan pulang dari menonton sound horeg di Desa Tejowangi,” ujar Kepala Dusun Pakem, M. Fauzi.

Usai kejadian, kedua korban dievakuasi menggunakan mobil patroli Polsek Purwosari ke Instalasi Gawat Darurat RS Prima Husada, Kecamatan Sukorejo.

Firman harus menjalani perawatan intensif, sedangkan Daniel diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan.

“Firman masih dirawat, sementara Daniel pagi harinya sudah pulang,” tambah Fauzi.

Kuasa hukum korban, M. Arifin, mengungkapkan bahwa rombongan korban sebenarnya berjumlah lima orang yang mengendarai dua sepeda motor.

Menurut Arifin, di sekitar SPBU Martopuro, rombongan korban melihat sekelompok pemuda berjumlah puluhan melaju dari arah belakang sambil mengejar kendaraan lain. Tanpa alasan jelas, kelompok tersebut kemudian menghentikan motor korban.

“Korban ketakutan dan memilih melarikan diri, namun justru dikejar hingga akhirnya di lokasi kejadian menjadi sasaran pengeroyokan. Salah satu korban dibacok,” kata Arifin.

Ia menegaskan para korban telah lulus sekolah dan bekerja serabutan. Malam itu, mereka hanya berniat pulang ke rumah.

“Kami berharap para pelaku segera ditangkap. Ini aksi brutal di jalan nasional dan tidak boleh dibiarkan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Pasuruan AKP Adimas Firmansyah memastikan kasus tersebut menjadi perhatian serius kepolisian.

“Kasus ini masih dalam penyelidikan dan menjadi atensi kami,” ujarnya. (maf/van)