Bahagiakan Anak Yatim, KWG dan KPUG Ajak 200 Anak Belanja Baju Lebaran di Pasar Gresik

Bahagiakan Anak Yatim, KWG dan KPUG Ajak 200 Anak Belanja Baju Lebaran di Pasar Gresik KWG bersama KUPG saat mengajak anak yatim belanja baju lebaran di Pasar Gresik. Foto: Ist.

GRESIK, BANGSAONLINE.com – Suasana Pasar Gresik pada Sabtu (14/3/2026) terasa lebih istimewa. Sebanyak 200 anak yatim tampak antusias memadati lorong-lorong pasar untuk memilih baju baru guna menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 H. Kegiatan ini merupakan inisiatif kolaboratif antara Komunitas Wartawan Gresik (KWG) dan Komunitas Pelopor Usaha Gresik (KPUG).

Keseruan dimulai sejak dari Sekretariat KWG di Jalan Basuki Rahmad. Dengan raut wajah gembira, anak-anak yatim didampingi para wali menaiki kereta odong-odong menuju lokasi perbelanjaan.

Ketua KPUG, Ismail Fahmi, menjelaskan bahwa agenda ini merupakan bentuk penyaluran amanah dari para donatur yang ingin berbagi kebahagiaan di bulan suci Ramadan.

"Ini menjalankan amanah dari para donatur yang kami salurkan dengan mengajak anak-anak yatim berbelanja langsung di Pasar Gresik,” ujar Fahmi.

Keputusan memilih pasar tradisional sebagai lokasi belanja bukan tanpa alasan. Fahmi menegaskan adanya misi untuk menggerakkan roda ekonomi pedagang lokal melalui prinsip ekonomi kerakyatan.

"Kenapa di Pasar Gresik? Karena kami ingin membantu pedagang pasar sekaligus meneruskan gerakan bela, beli, dan bagi," tambahnya.

Dalam aksi sosial ini, setiap anak diberikan uang saku sebesar Rp200.000 untuk berbelanja pakaian, jajanan, maupun kebutuhan Lebaran lainnya. Para anggota KWG dan KPUG turut mendampingi anak-anak agar mereka mendapatkan barang sesuai keinginan dengan harga yang pantas.

Ketua KWG, Miftahul Arif, menyampaikan bahwa kolaborasi ini adalah wujud nyata kepedulian jurnalis di luar tugas pemberitaan. Ia ingin memastikan bahwa anak-anak yang telah kehilangan orang tua tetap bisa merasakan kemeriahan lebaran layaknya anak-anak lainnya.

"Intinya ini bagian dari berbagi kebahagiaan di bulan Ramadan. Kami ingin anak-anak yatim juga merasakan kegembiraan menyambut Lebaran dengan membeli baju baru," ungkap Miftahul Arif.

Selain memberikan dampak psikologis bagi anak-anak yatim, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan stimulus ekonomi bagi para pedagang pasar melalui peningkatan transaksi menjelang hari raya.

"Kegiatan kolaborasi ini juga diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi pedagang pasar melalui meningkatnya transaksi menjelang Lebaran," pungkasnya. (hud/rev)