Lagi, 4.000 Warga NU Doakan Iran, Kiai Asep: Tak Boleh Ada Penjajahan di Dunia

Lagi, 4.000 Warga NU Doakan Iran, Kiai Asep: Tak Boleh Ada Penjajahan di Dunia Ribuan warga NU mengikuti istighatsah dan doa bersama yang dipimpin Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA di Masjid Kampus KH Abdul Chalim Pacet Mojokerto, Jumat (13/3/2026). Foto: Bangsaonline.

MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, kembali memimpin warga NU untuk doa kemenangan Iran dalam perang melawan Israel dan Amerika Serikat, Jumat (13/3/2026). Kali ini sebanyak 4.000 warga NU mengikuti istighatsah dan doa bersama di Masjid Kampus Universitas KH Abdul Chalim (UAC) Pacet Mojokerto Jawa Timur.

"Kita berdosa jika tidak ikut mendoakan Iran karena seranagn Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran itu adalah bentuk intervensi penjajahan kepada kedaulatan negara yang sah. Apalagi serangan itu membunuh seorang ulama. Ali Khamenei. Kalau kita tidak sedih atas terbunuhnya orang alim berarti kita munafik," ujar Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) itu di depan ribuan warga NU yang datang dari empat Kecamatan Mojokerto. Yaitu Kecamatan Dawar, Kemlagi, Bangsal dan Mojoanyar.

Acara istighatsah dan doa bersama itu berlangsung dua gelombang. Gelombang pertama berlangsung sejak pukul 16.30 WIB sampai magbrib atau buka puasa.

"Doa menjelang maghrib atau menjelang buka puasa Ramadan ini sangat mustajab. Karena itu kita doakan semoga Donald Trump dan Benjamin Netanyahu dilaknat dan diadzab oleh Allah SWT," kata Kiai Asep yang langsung dijawab amin secara bergemuruh oleh ribuan warga NU yang memenuhi Masjid Kampus UAC yang cukup luas dan terdiri dua lantai itu.

Beberapa menit menjelang adzan maghrib Kiai Asep meninggalkan tempat. Sementara ribuan warga NU di Masjid Kampus UAC terus mengikuti acara hingga acara buka bersama dan shalat jemaah maghrib.

Kiai Asep yang juga pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah itu menuju acara Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Mojokerto di Gedung Serba Guna UAC. Di situ Kiai Asep kembali memimpin doa untuk kemenangan Iran atas AS dan Israel.

Para pengurus PAN mengamini doa Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim di Aula Serba Guna Universitas KH Abdul Chalim Pacet Mojokerto, Jumat (13/3/2026). Foto: Bangsaonline.

"Kita doakan semoga Trump dan Netanyahu segera diadzab oleh Allah. Siapa saja yang dzalim semoga segera mendapat balasan dari Allah SWT," kata Kiai Asep.

Para pengurus PAN serentak mengamini. Tampak Ketua PAN Mojokerto Dr Afif Zamroni, Ketua Harian PAN Jatim Dr Achmad Rubaie, Wakil Ketua PAN Jatim Muhammad Fachruddin dan lainnya.

"Di manapun dan dalam acara apapun saya akan terus berdoa," ujar Kiai Asep yang belum lama berselang mendapat penghargaan Bintang Maha Putra Nararya dari Presiden Prabowo Subianto.

Usai buka bersama dengan pengurus PAN Kiai Asep kembali ke kampus UAC. Di kampus yang yang banyak menerima mahasiswa dari luar negeri itu Kiai Asep kembali memimpin istighatsah dan doa bersama. Kali ini pesertanya warga NU dari Kecamatan Bangsal dan Mojoanyar. Yang hadir sekitar 2.000 warga NU.

Kiai Asep berharap para pimpinan negara Arab seperti Arab Saudi, Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab, dan negara lainnya yang selama ini mengizinkan pangkalan militer AS ada di negaranya segera sadar bahwa mereka sedang dijajah oleh Amerika Serikat.

"Pangkalan militer Amerika itu simbol penjajahan," kata putra pendiri NU dan pahlawan nasional KH Abdul Chalim itu.

Apalagi, tegas Kiai Asep, negara-negara Arab tersebut tak dapat perlindungan militer dari Amerika Serikat.

"Buktinya waktu mereka diserang oleh Iran sebagai balasan atas serangan Amerika dan Israel terhadap Iran, Amerika tak melindungi negara-negara Arab tersebut," kata Kiai Asep.

Kiai Asep sangat getol menolak intevensi Amerika Serikat dan Israel ke Iran karena selain bertentangan dengan ajaran Islam, juga bertentangan dengan UUD 45 terutama alinea pertama. Alinea pertama UUD 45 itu berbunyi: Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

Artinya, alinea pertama ini menegaskan hak asasi kemerdekaan dan penolakan terhadap penjajahan.

Karena bertentangan dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan. Dalam arti, penjajahan adalah bentuk penindasan, menciptakan ketidaksetaraan, menyengsarakan rakyat, dan merampas hak asasi manusia serta kemerdekaan suatu bangsa.

Selain itu, menurut Kiai Asep, agresi Israel dan Amerika Serikat sangat berbahaya bagi negara-negara Islam, termasuk Indonesia. Apalagi Netanyahu terang-terangan akan melenyapkan negara Iran dan akan mendeklarasikan Israel Raya untuk menguasai negara-negara Islam, terutama di Timur Tengah.

"Bahkan Indonesia selama ini sudah dijajah Amerika lewat Freeport di Papua dan migas di Cepu," ujar Kiai Asep.

Freeport adalah salah satu perusahaan tambang emas dan tembaga terbesar di dunia yang berada di Mimika Papua Tengah. Sedangkan yang dimaksud migas di Cepu adalah ladang minyak dan gas (migas) raksasa yang dikelola Exon Mobil yang terletak di Cepu yang berbatasan dengan Bojonegoro Jawa Timur. Exon mobil adalah perusahaan migas multinasional raksasa yang berpusat di Irving Texas Amerika Serikat.

Seperti diberitakan BANGSAONLINE, setiap bulan suci Ramadan Kiai Asep Saifuddin Chalim membagikan sedekah dan zakat malnya kepada warga Mojokerto dan sebagian warga Surabaya yang nilainya mencapai Rp6 miliar hingga Rp8 miliar. Pembagian sedekah dan zakat itu berupa beras dan uang kepada warga 18 kecamatan di Mojokerto. Termasuk kepada para kiai, tokoh masyarakat dan anggota TNI serta kepolisian se-Kabupaten Mojokerto. (mma)