Dialog pendidikan Kementerian Pendidikan Palestina dan Kedubes Australia di Kampus Universitas KH Abdul Chalim. Tampak Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim (nomor 3 dari kiri), Dr Ilhab Shukri Inayyem (nomo 4 dari kiri), Dr Ahmed M.M Khateeb (nomor dua dari kiri), Dr KH Mauhibur Rokhman (nomor 2 dari kanan), Syaikh Ahmad Muhammad Mabruk (paling kiri) dan Syaikh Faraq Salim (paling kanan). Foto: bangsaonline
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com-Rombongan pejabat tinggi Kementerian Pendidikan Palestina dan Kedutaan Besar (Kedubes) Australia di Palestina berkunjung ke Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet Mojokerto Jawa Timur, Rabu (22/4/2026). Mereka, antara lain Dr Ilhab Shukri Inayyem, DJ of Science Curriculum, Dr Ahmed M.M Khateeb, DJ of Humaniora and Social Study, Dr Bethany Randell, Australian Representative to Palestina dan juga puluhan pejabat setingkat direktur di kementerian pendidikan Palestina dan Kedubes Australia.
Para pejabat tinggi Palestina dan Australia itu diterima Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto, di Gedung Pertemuan Universitas KH Abdul Chalim Pacet Mojokerto. Dengan bahasa Arab, Kiai Asep mengucapkan selamat datang dan terimakasih atas kunjungan para delegasi Palestina dan Australia.
Kiai Asep juga menceritakan sekilas tentang Amanatul Ummah. Termasuk jumlah santri yang mondok di pesantren yang diasuhnya.
“Sebanyak 16 ribu santri,” ujar putra pahlawan nasional KH Abdul Chalim yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama itu.

Dr Ilhab Shukri - yang juga berbahasa Arab – mengucapkan terimakasih atas sambutan hangat keluarga Amanatul Ummah. Syaikh Ahmad Muhammad Mabruk – guru tugas Universitas Al Azhar untuk Amanatul Ummah, juga menyampaikan sambutan dalam bahasa Arab.
Tak lama setelah menjamu mereka makan siang, Kiai Asep mengajak para pejabat tinggi Palestina itu ke kampus Universitas KH Abdul Chalim (UAC). Kedatangan mereka disambut Rektor UAC Dr KH Mauhibur Rokhman (Gus Muhib), Wakil Rektor UAC Dr Affan, Dr Zakaria dan beberapa guru besar.
Di ruang pertemuan pascasarjana UAC sudah menunggu sekitar 300 mahasiswa dan mahasiswi UAC. Kali ini delegasi Palestina - yang disertai pejabat Kedubes Australia di Ramallah Palestina itu - berdialog dengan para mahasiswa.
Dalam dialog dengan dosen dan mahasiswa UAC itu, Ilhab Shukri mengungkap tentang nasib keseharian anak-anak Palestina. Terutama dalam pendidikan. Menurut dia, sekarang 95 persen sarana dan prasarana pendidikan di Palestina telah diratakan dengan tanah oleh Israel.

Ia menuturkan bahwa tiap hari anak-anak Palestina mendengar suara bom dan rudal.
“Tiap hari puluhan nyawa anak melayang,” ujar Ilhab Syukri.
Ia berharap segera tercipta perdamaian di Palestina. Karena rakyat Palestina sangat menderita.
Selain perdamaian ia juga berharap tercipta sikap toleransi atau saling menghargai secara kemanusiaan. “Sikap toleransi tercipta berkat pendidikan yang berkarakter,” ujar Ilhab Shukri.
Menurut dia, dari orang berilmu dan berkarakter itulah peradaban bisa dibangun. Karena itu ia berharap pendidikan untuk anak-anak Palestina tetap bisa dilaksanakan, meski dalam kondisi tertindas.
Ia mengungkapkan warga Palestina tiap hari selalu mengalami gangguan dari para pendatang yang kemudian menguasai pemukiman. “Mereka mencuri dan membunuh,” ujar Ilhab Shukri.

Para delegasi Palestina di depan ribuan santri di Masjid Raya KH Abdul Chalim Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet Mojokerto, Rabu (22/4/2026). Foto: bangsaonline.
Ia berharap dukungan semua negara di dunia, terutama Indonesia, untuk menciptakan perdamaian di Palestina. “Karena membunuh umat Islam sama dengan menghancurkan ka’bah,” ujar Ilhab Shukri.
Dr Bethany Randell, perwakilan Kedubes Australia di Ramallah Palestina mengaku negaranya sudah lama kerjasama bilateral dengan Palestina. “Kami mengakui negara Palestina,” ujar perempuan jangkung berkulit putih itu sembari mengatakan bahwa Pemerintah Australia mendukung reformasi pendidikan Palestina.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




