Dianggap Figur Sukses Kelola Pesantren, PWNU-PCNU di Kalbar Calonkan Kiai Asep Anggota Ahwa

PONTIANAK, BANGSAONLINE.com –Nama Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, semakin masif sebagai calon anggota Ahlull Halli Wal Aqdi (Ahwa) di kalangan PWNU dan PCNU. Kali ini PWNU dan PCNU-PCNU di Kalimantan Barat juga menyatakan bahwa Kiai Asep Saifuddin Chalim, MA, menjadi salah satu ulama dari 9 ulama yang diusulkan sebagai anggota Ahwa.

“Ini nama Kiai Asep sudah masuk, “ ujar Rais Syuriah PWNU Kalimantan Barat (Kalbar) KH Muhammad Ismail Ghafur kepada BANGSAONLINE sembari menunjukkan sembilan nama kiai calon anggota Ahwa di kediamannya di kawasan Rasau Jaya, Kubu Raya Kalimantan Barat, Rabu (5/8/2026).

Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hidayah Kubu Raya Kalimantan Barat itu menunjukkan nama-nama kiai - termasuk Kiai Asep - calon Ahwa yang tersimpan di Handphone (HP) pribadinya. 

"Jadi nama Kiai Asep sudah masuk sebelum Pak Jasmin ke sini," ujar kiai alumnus Pondok Pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur. Yang dimaksud Jasmin adalah Dr Jasmin Haris, salah seorang tokoh Kalimantan Barat yang kini Ketua Pengurus Wilayah Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) Kalimantan Barat.

Kiai Ismail Ghafur menunjukkan nama-nama calon anggota Ahwa yang tersimpan di HP-nya itu kepada BANGSAAONLINE di sela-sela menjamu Kiai Asep Saifuddin Chalim di kediamannya. BANGSAONLINE minta izin memfoto sembilan nama yang akan diusulkan PWNU Kalimantan Barat sebagai calon anggota Ahwa di Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Jombang Jawa Timur pada 27 – 31 Agustus mendatang.

Selain Kiai Asep, nama-nama lain yang tercatat adalah KH Kafabih Lirboyo Kediri, KH Nurul Huda Djazuli Ploso Kediri, KH Mustofa Bisri, TGH Turmudzi, KH Ali Kholil (Rais Syuriah PWNU Kaltim) dan ulama-ulama lainnya.

Tampaknya nama-nama itulah yang juga disosialisasikan oleh Kiai Muhammad Ismail Ghafur kepada Rais Syuriah PCNU di Kalimantan Barat. Saat Rais Syuriah PCNU-PCNU Kalimantan Barat silaturahim dengan Kiai Asep di Universitas Terbuka (UT) Pontianak pada malam harinya banyak suara Rais Syuriah dalam acara itu mengungkap nama-nama serupa.

Bahkan banyak Rais Syuriah PCNU di Kalimantan Barat yang terang-terangan mengaku sebagai pengagum Kiai Asep.

“Saya sudah lama mengidolakan Kiai Asep,” ujar seorang Rais Syuriah PCNU berkopiah putih dan berbaju putih terang-terangan.

Ia mengaku kagum terhadap Kiai Asep karena Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) itu sukses mendirikan dan mengelola pondok pesantren. Yaitu Amanatul Ummah di Surabaya dan Pacet Mojokerto Jawa Timur.

Apalagi santrinya mencapai puluhan ribu dan tiap tahun diterima di berbagai perguruan tinggi negeri seperti di UI, Unair, ITS, ITB, UIN, UGM, UB, Undip, Unhan, dan perguruan tinggi lainnya.

Selain diterima di berbagai perguruan tinggi dalam negeri juga banyak santri Amanatul Ummah diterima di perguruan tinggi luar negeri seperti di Amerika Serikat, Jerman, China, Rusia, Mesir, Tunisia, Singapura, Malaysia, Maroko, Australia dan negara-negara lainnya.

Menurut dia, figur Kiai Asep memiliki banyak kelebihan – terutama sebagai tokoh pesantren - sehingga sangat layak duduk di kepengurusan PBNU.

“Intelektualnya dapat, ulama dapat, organisasi dapat, ekonomi dapat, ahli pendidikan dapat,” ujar seorang Rais Syuriah.

“Saya sangat senang ketika saya tahu Kiai Asep datang ke Kalimantan Barat. Makanya saya berusaha hadir dalam acara pertemuan ini,” ujarnya.

Bahkan diantara Rais Syuriah itu juga ada wali santri Pondok Pesantren Amanatul Ummah. “Saya ke sini naik speed boad. Perjalanan enam jam. Karena ingin bertemu Kiai Asep. Mohon maaf Kiai, anak saya mondok di Amanatul Ummah,” ujar Rais Syuriah PCNU tersebut sembari mengaku sangat senang karena sempat bisa berswafoto dengan Kiai Asep.

“Saya tadi juga mendampingi Kiai Asep ke Pondok Pesantren Darul Amin dan Pondok Pesantren Darul Hidayah Kubu Raya ke tempat Rais (Syuriah PWNU Kalbar),” ujarnya tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya.

Kiai Asep mengucapkan terimakasih atas reposn positif dan dukungan para Rais Syuriah baik PWNU maupun PCNU-PCNU di Kalimantan Barat. Putra pendiri NU dan pahlawan nasional KH Abdul Chalim itu mengajak para kiai untuk berkhidmat kepada NU secara tulus dan Ikhlas seperti yang diajarkan para muassis, terutama Hadratussyaikh KH Muhammad Hasyim Asy’ari, KH Abdul Wahab Hasbullah, KH Abdul Chalim dan para ulama muassis lainnya.

Dalam acara itu Kiai Asep banyak menyampaikan sejarah berdirinya NU dan tujuan NU didirikan. Yaitu untuk mengawal dan mengambangkan paham Islam Ahlussunah Wal Jamaah (Aswaja) dan kemerdekaan Republik Indonesia.

Ia juga mengajak para kiai untuk melakukan trasnformasi pesantren dengan melahirkan empat pilar. Yakni ulama besar, pemimpin besar, konglomerat besar dan professional berkualitas dan bertanggungjawab.

Menurut Kiai Asep, dengan empat pilar itulah cita-cita luhur kemerdekaan Republlik Indonesia yang dicita-citakan para muassis NU akan terwujud.  

Usai acara silaturahim Kiai Asep menghadiri pelantikan Pengurus Wilayah Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) yang digelar di Universitas Terbuka Pontianak. JKSN Kalimantan Barat dipimpin Dr Jasmin Haris, tokoh Pergunu Kalimantan Barat. PW JKSN dilantik oleh Sekjen JKSN Muhammad Ghofirin.