Setelah Kalsel, Kini PWNU Kalteng dan PCNU se-Kalteng Dukung Kiai Asep Masuk Ahwa

PALANGKA RAYA, BANGSAONLINE.com-Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) yang mengusulkan Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim sebagai calon anggota Ahlul Halli Wal Aqdi (Ahwa) semakin masif. Kali ini PWNU Kalimantan Tengah (Kalteng) dan 14 PCNU se-Kalimantan Tengah (Kalteng) sepakat mengusulkan Kiai Asep Saifuddin Chalim masuk anggota Ahwa.

“Kita mendukung. Semoga beliau masuk Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Semoga beliau bisa masuk sebagai anggota Ahwa yang sembilan itu,” ujar Rais Syuriah PWNU Kalimantan Tengah KH Chairuddin Halim di depan 14 PCNU Kalimantan Tengah saat acara silaturahim dengan Kiai Asep Saifuddin Chalim di Hotel Aurila Palangka Raya, Sabtu (1/8/2026).

Doa atau pernyataan Kiai Chairuddin Halim itu langsung diamini semua 14 PCNU dan PWNU.

Pantaun BANGSAONLINE di lokasi, dari PWNU Kalsel hadir lengkap. Antara lain, Ketua Tanfidziah PWNU Kalsel Dr HM Wahyudi Dirun, Katib Syuriah PWNU Kalsel KH Riduwan Syahrani dan Mustasyar PWNU Kalsel Prof Dr KH Khiaril Anwar, M.Ag.

Dalam acara silaturahim yang dipandu Ketua PCNU Palangka Raya H Muhamamd Syahrun itu, Kiai Asep mengucapkan terimakasih kepada para PWNU Kalteng dan PCNU se-Kalimantan Tengah. Putra pendiri NU dan pahlawan nasional KH Abdul Chalim itu mengajak semua kiai untuk bersama-sama menjaga marwah NU.

“Saya kalau diminta bersedia. Tapi kalau tidak diminta saya tidak akan pernah minta,”ujar pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surbaya dan Pacet Mojokerto Jawa Timur itu.

Kiai Asep mengaku berpegang pada Hadits:

قَالَ النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «يَا عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ سَمُرَةَ، لَا تَسْأَلِ الْإِمَارَةَ، فَإِنَّكَ إِنْ أُعْطِيتَهَا عَنْ مَسْأَلَةٍ وُكِلْتَ إِلَيْهَا، وَإِنْ أُعْطِيتَهَا عَنْ غَيْرِ مَسْأَلَةٍ أُعِنْتَ عَلَيْهَا

Artinya, "Nabi bersabda, wahai Abdurrahman bin Samurah, janganlah kamu meminta jabatan (kepemimpinan). Sesungguhnya jika kamu diberi jabatan karena meminta, maka kamu akan dibebankan pada jabatan itu (tanpa pertolongan Allah). Dan jika kamu diberi jabatan bukan karena meminta, maka kamu akan ditolong (diberi pertolongan oleh Allah) atas jabatan itu.

Menurut Kiai Asep, NU harus melakukan transformasi. Jika pada tahun 1926 NU didirikan untuk mengawal Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) dan kemerdekaan bangsa Indonesia, maka sekarang NU harus mewujudkan cita-cita luhur kemerdekaan. Yaitu menjadikan Indonesia maju, adil dan makmur.

Sebab, tegas Kiai Asep, sampai sekarang masih banyak rakyat yang belum merasakan kemerdekaan. “Ekonomi Indonesia hanya dikuasai 50 orang keluarga,” ujar Kiai Asep menyebut oligarki yang menguasai 80 persen ekonomi Indonesia.

Untuk mewujudkan cita-cita luhur kemerdekaan, NU harus menciptakan empat pilar. Yaitu ulama besar, pemimpin besar dunia, konglomerat besar dan para professional yang berkualitas dan bertanggungjawab.

“Dan ini hanya bisa dilakukan oleh pesantren yang sudah mengalami transformasi,” ujar Kiai Asep. “Karena hanya pesantren yang punya motivasi memajukan Indonesia dan memiliki waktu paling banyak,” tambahnya.

Ia mencontohkan Pesantren Amanatul Ummah yang santrinya diterima di berbagai perguruan tinggi negeri favorit dan luar negeri.

“Santri Amanatul Ummah diterima di ITB, UI, Unair, IPB, di Amerika, Kedokteran Jerman, Kedokteran China, Mesir, Maroko, Tunisia,” ujar Kiai Asep.

Kiai Asep juga mengaku siap melakukan transfer manajemen dan pengalaman pengelolaan pondok pesantren sehingga tidak hanya Amanatul Ummah yang maju. “Tapi semua pesantren NU,” ujarnya.

Seperti diberitakan BANGSAONLINE, Jumat (31/7/2026), PWNU Kalimantan Selatan (Kalsel) dan 13 PCNU se-Kalsel sepakat mendukung Kiai Asep Saifuddin Chalim untuk diusulkan sebagai calon anggota Ahwa.

Dukungan ini semakin menambah daftar panjang PWNU dan PCNU dari berbagai daerah yang mendukung Kiai Asep. Sebelumnya, PWNU Yogyakarta dan PCNU se-Yogyakarta juga sepakat mengusulkan Kiai Asep sebagai calon anggota Ahwa dalam Muktamar ke-35 NU yang akan digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang pada 27 – 31 Agustus 2026.

Begitu juga daerah lain seperti Banten, Jawa Barat dan daerah lainnya.