Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA (paling kanan) saat diterima Duta Besar Mesir Yang Mulia (H.E.) Yasser Hassan Farag Elshemy (di ujung meja tanpa kopiah) dan Wakil Dubes Mesir, Dr. Amr Ahmad Mukhtar Abdul Hadi (nomor dua dari kiri) serta Syaikh Ahmad Muhammad Mabruk (pakai gamis paling kiri) di Kantor Keduaan Besar Mesir Jl. Teuku Umar No. 68, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (1/5/2026). Foto: bangsaonline
JAKARTA, BANGSAONLINE.com – Pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, memenuhi undangan Duta Besar Mesir untuk Indonesia Yang Mulia (H.E.) Yasser Hassan Farag Elshemy, Jumat (1/5/2026). Pertemuan pejabat tinggi Mesir dan ulama pesantren Indonesia itu berlangsung di kantor Kedutaan Besar Mesir Jl. Teuku Umar No. 68, Menteng, Jakarta Pusat.
Kiai Asep dan rombongan tiba di kantor Kedubes Mesir sekitar pukul 14.30 WIB. Kiai Asep bersama Syaikh Ahmad Muhammad Mabruk, guru asal Mesir yang bertugas di Amanatul Ummah.
Selain Syaikh Mabruk, Kiai Asep juga didampingi Dr Achmad Rubaie, Ketua Pengawas Yayasan Pendidikan Unitomo Surabaya, M. Mas’ud Adnan, CEO HARIAN BANGSA dan BANGSAONLINE.com, Ustadz Reza, guru Amanatul Ummah dan Mochammad Fachruddin, aktivis politik di Jatim.
Kiai Asep dan rombongan disambut langsung oleh Dubes Mesir Yasser Elshemy dan Wakil Dubes Mesir, Dr. Amr Ahmad Mukhtar Abdul Hadi, serta beberapa stafnya.

Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA dan rombongan foto bersama dengan Duta Besar Mesir Yang Mulia (H.E.) Yasser Hassan Farag Elshemy (nomor tiga dari kanan) dan Wakil Duta Mesir Dr. Amr Ahmad Mukhtar Abdul Hadi (nomor dua dari kanan), Jumat (1/5/2026). Foto: bangsaonline.
Pertemuan yang berlangsung di lantai 2 kantor Kedubes itu diawali sambutan singkat Yasser Elshemy. Kemudian dilanjutkan sambutan Kiai Asep. Karena ada penerjemahnya Kiai Asep menyampaikan sambutan dalam bahasa Indonesia. Tapi Syaikh Ahmad Mabruk minta agar Kiai Asep menyampaikan sambutan dalam bahasa Arab. Seketika itu juga Kiai Asep langsung bahasa Arab.
Dalam pertemuan itu Yasser Elshemy membahas tentang kerjasama program pendidikan Mesir dengan Indonesia. Menurut Yasser Elshemy, sewaktu Presiden Prabowo ke Mesir sempat membahas soal tenaga guru bahasa Arab untuk Indonesia.
“Mesir siap mengirimkan 1.000 guru bahasa Arab ke Indonesia,” ujar Yasser Elshemy.
Tapi sampai sekarang belum ada tindaklanjut dari rencana pengiriman 1.000 guru bahasa Arab itu. Kementerian Agama Repuplik Indonesia hingga kini belum membahas lagi tentang rencana tersebut.
Yasser Elshemy juga menegaskan bahwa satu-satunya Markazul Lughah Mesir atau lembaga pusat bahasa Arab yang resmi dari Mesir adalah pusat bahasa Arab yang ada di Bekasi Jawa Barat.
“Yang dipimpin Muchlis Hanafi,” ujar Yasser Elshemy.
Dr. KH. Muchlis M. Hanafi, MA adalah Ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) cabang Indonesia.
Menurut dia, proses belajar mengajar di Markazul Lughah tak bisa lewat online. “Gurunya harus didatangkan,” ujarnya.
Yasser Elshemy menawarkan kepada Kiai Asep untuk membantu membuka atau mendirikan cabang Markazul Lughah di beberapa tempat. Kiai Asep merespons positif. Apalagi putranya, Dr Muhammad Al Baraa (Gus Bara), yang sekarang menjabat Bupati Mojokerto adalah adalah Ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar Mesir Jawa Timur.
Yasser Elshemy juga mengaku ingin bertemu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ketika kelak melakukan kunjungan kerja ke Jawa Timur. Kiai Asep mempersilakan.
“Saya akan mendampingi,” ujar Kiai Asep.
Apalagi Gubernur Khofifah adalah wali santri Amanatul Ummah. Dua putra Khofifah alumni Pesantren Amanatul Ummah.
Nama Kiai Asep tampaknya sudah sangat familiar di kalangan Kedubes Mesir. Maklum, banyak sekali santri Amanatul Ummah yang melanjutkan studi atau kuliah di Universitas Al Azhar Mesir. Bahkan Amanatul Ummah tidak hanya mendapat beasiswa dari Universitas Al Azhar tapi juga dari sekolah setingkat Madrasah Aliyah di Mesir.
Apalagi banyak sekali ulama terkemuka Mesir yang telah berkunjung ke Amanatul Ummah. Otomatis nama Kiai Asep sangat familiar di kalangan para ulama Mesir.
Bahkan Yasser Elshemy mengaku telah mendengar bahwa Kiai Asep adalah salah satu calon pemimpin organisasi NU. Mendengar iitu Kiai Asep hanya tersenyum.
Nama Kiai Asep sekarang memang banyak jadi perbincangan publik - terutama kiai dan warga NU. Lebih-lebih menjelang Muktamar ke-35 NU yang rencananya digelar pada Agustus atau September 2026.
Nama Kiai Asep masuk dalam bursa calon Rais 'Aam Syuriah PBNU. Bahkan semakin banyak PWNU dan PCNU yang bertemu Kiai Asep dari berbagai daerah untuk menanyakan kesediaannya.
Kiai miliarder tapi dermawan itu dikenal sebagai aktivis NU sejak muda. Ia pernah menjadi Ketua PCNU Kota Surabaya.
Kiai Asep juga dzurriyah muassis atau keturunan pendiri Nahdlatul Ulama, organisasi terbesar di Indonesia. Kiai Asep adalah putra KH Abdul Chalim, salah seorang ulama pendiri NU dan pejuang kemerdekaan Republik Indonesia. Kiai Abdul Chalim ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada 10 November 2023 oleh presiden.
Saat ini Kiai Asep menjabat sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu).





