Prof Dr Alwi Shihab memberikan cinderamata kepada Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim di Pondok Pesantren Sekolah Mandiri Cahaya Hati di kawasan Menteng Jakarta., Ahad (12/4/2026). Foto: bangsaonline
BANDUNG, BANGSAONLINE.com - Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, melakukan perjalanan ke sejumlah kota, antara lain Jakarta, Bandung, Majalengka dan Cirebon. Berangkat Ahad (12/4/2025) bersama rombongan, Kiai Asep mengisi sejumlah acara di berbagai kota tersebut.
Di Jakarta Kiai Asep bertemu Prof Dr Alwi Shihab, Menteri Luar Negeri RI era Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Kiai Asep yang memiliki puluhan ribu santri itu diminta untuk memberikan motivasi kepada para santri Pondok Pesantren Sekolah Mandiri Cahaya Hati di kawasan Menteng Jakarta. Pondok Pesantren yang khusus menampung anak yatim dan dhua’fa (anak tak mampu) itu didirikan Alwi Shihab.
BACA JUGA:
- Amirulhaj Tinjau Adahi, Kiai Asep Pastikan Penyembelihan Dam Jemaah Haji Sah Secara Syariah
- Jelang Armuzna, Ini Taushiah Penting Amirulhaj Prof Kiai Asep kepada Jemaah Haji dan Petugas Haji
- UAC Bakal Buka Program Nuklir, Program Hukum Keluarga Islam Jadi Ilmu Layak Jual, Jika...
- Kiai Asep Cukup Persiapan Dua Bulan, Jika PP Amanatul Ummah Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Muktamar NU
“Saya menekankan pada akhlak. Pesantren ini masih kecil. Saya berpikir dalam usia seperti sekarang apa yang bisa saya lakukan (untuk masyarakat),” kata Alwi Shihab yang lulusan Universitas Harvard Amerika Serikat, Universitas Ain Syams dan Universitas Al Azhar Mesir.
Kiai Asep dan rombongan tiba di tempat Alwi Shihab menjelang maghrib. Dua tokoh Islam itu sempat berbicara berbagai hal, termasuk perang Iran melawan Amerika Serikat dan Israel.
Kiai Asep didampingi sejumlah tokoh, antara lain Dr Achmad Rubaie, Ketua Pengawas Yayasan Unitomo Surabaya, Dr Aris Adi Laksono, Sekjen Pergunu yang juga ketua KPAI, Muchammad Facruddin, Wakil Ketua PAN Jatim, Habib Syarif Hasan Mulahela, dan lainnya.
Sementara Alwi Shihab didampingi Iksan HN dan sejumlah ustadz yang mengajar di pesantren yang baru didirikan itu.
Bahkan Kiai Asep dan rombongan shalat jemaah di Pesantren Sekolah Mandiri Cahaya Hati. Seusai mengimami shalat maghrib Kiai Asep langsung memberikan taushiyah di depan para santri dan ustadz yang mengajar mereka. Kiai Asep menekankan pentingnya shalat malam kepada para santri dan ustadz agar sukses.
“Di Amanatul Ummah shalat malam 12 rakaat dilakukan tiap malam ditambah witir tiga rakaat,” ujar pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto Jawa Timur itu.
Usai memberikan motivasi di pesantren milik Alwi Shihab, Kiai Asep dan rombongan langsung menuju Bandung. Di Bandung – pada pagi harinya, Senin (13/4/2026), Kiai Asep kembali menyampaikan taushiyah dalam acara Halal Bihalal dan Temu Kader Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) se-Jawa Barat.

Suasana Hal Bihalal PW Pergunu Jawa Barat di sebuah hotel di Bandung, Senin (13/4/2026). Foto: bangsaonline
Dalam acara yang digelar Ketua PW Pergunu Jawa Barat Dr Saepulloh itu hadir Ketua PWNU Jawa Barat KH Juhadi Muhammad, Wakl Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Letjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung, Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A dan beberapa tokoh lain.
“Saya sengaja tak mengundang Gubernur Jawa Barat (Dede Mulyadi) untuk menunjukkan bahwa Pergunu mandiri. Kalau saya mengundang nanti dikira mau minta dana hibah,” ujar Saepuloh.
Kehadiran Kiai Asep dalam acara itu mendapat sambutan besar. Kiai Juhadi Muhammad – saat menyampaikan sambutan – menegaskan bahwa Kiai Asep tidak hanya dibutuhkan Pergunu tapi juga NU.
“Ke depan Kiai Asep juga dibutuhkan NU,” tegas Kiai Juhadi Muhammad.
Ia mengaku terenyuh menyimak sejarah perjuangan Kiai Asep. “Saya sampai meneteskan air mata,” ujar Kiai Juhadi.
Kiai Asep adalah putra ulama besar dan bahkan pendiri NU KH Abdul Chalim. Tapi, menurut Kiai Juhadi, ternyata saat remaja makan intip (kerak nasi yang masih menempel di tempat masak) sisa santri karena miskin.
“Mungkin kita belum pernah mengalami,” ujarnya.
Kiai Asep sendiri banyak mengupas tentang Halal Bihalal dan Presiden Prabowo. Menurut Kiai Asep, Halal Bihalal ini sangat penting karena menyangkut hablumminannas (hubungan horizontal sesama manusia), setelah kita hablumminallah (hubungan vertilal dengan Allah) dalam ibadah puasa.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




