Muscam Golkar Blimbing Kota Malang Tetapkan Nedy Zunaedi sebagai Ketua PK Secara Aklamasi

KOTA MALANG,BANGSAONLINE.com - Konsolidasi Partai Golkar Kota Malang terus bergulir. Musyawarah Kecamatan (Muscam) XI untuk Daerah Pemilihan (Dapil) Kecamatan Blimbing digelar pada Minggu (3/5/2026) di Kantor DPD Partai Golkar Kota Malang.

Dalam forum tersebut, Nedy Zunaedi ditetapkan sebagai Ketua Pimpinan Kecamatan (PK) Partai Golkar Kecamatan Blimbing secara aklamasi.

Jalannya persidangan dipimpin oleh Rio Zanuar, dengan agenda utama penyusunan kepengurusan baru serta penguatan arah gerak politik partai di tingkat kecamatan.

Usai ditetapkan, Nedy Zunaedi langsung dilantik oleh Ketua DPD Partai Golkar Kota Malang, Djoko Prihatin, di hadapan jajaran pengurus dan kader.

Dalam arahannya, Djoko menekankan pentingnya kepengurusan baru untuk membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat serta menjaga soliditas internal partai.

"Keberhasilan partai tidak hanya ditentukan oleh kekuatan struktur, tetapi juga oleh kemampuan kader untuk hadir dan bekerja nyata di tengah masyarakat," ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa Muscam ini merupakan bagian dari rangkaian konsolidasi organisasi setelah pelaksanaan Musda Kota Malang. Dari lima kecamatan yang dijadwalkan, Blimbing menjadi yang pertama melaksanakan Muscam.

"Ada lima kecamatan yang kita siapkan untuk melaksanakan Muscam dan hari ini adalah yang pertama yaitu Muscam Blimbing. Rangkaian dari anjangsana organisasi, pramuscam, hingga muscam sudah kami laksanakan dan hari ini Blimbing menunjukkan kekompakan," ungkapnya.

Djoko menilai pelaksanaan Muscam berlangsung kondusif tanpa dinamika berarti, sehingga kepengurusan baru dapat segera bekerja memperkuat basis partai di tingkat bawah.

Terkait mekanisme, ia menegaskan seluruh tahapan telah berjalan sesuai AD/ART, mulai dari penjaringan calon, verifikasi, hingga penetapan yang dilakukan oleh panitia SC dan OC selama sepekan terakhir.

Ia berharap Partai Golkar mampu membangun kekuatan dari tingkat akar rumput melalui strategi organisasi yang solid.

"Sehingga strategi piramida ini terjadi, jangan dibalik. Kalau besar di kota lalu kecil di kelurahan dan kecamatan kan percuma. Partai harus kuat di bawah hingga level RT dan RW," pungkasnya. (dad/van)


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: